GOPOS.ID, GORONTALO – Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Ilmu Kesehatan Universitas Bina Taruna (UNBITA) terus mematangkan langkah strategis dalam menghadapi proses akreditasi. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan rapat persiapan akreditasi yang digelar bersama seluruh Tim task force Akreditasi, Pengelola Program Studi dan Dosen, bertempat di lingkungan kampus UNBITA, baru-baru ini.
Rapat tersebut membahas berbagai aspek penting akreditasi, mulai dari pemenuhan dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED), penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), hingga kesiapan sumber daya manusia, kurikulum, sarana prasarana, serta luaran tridarma perguruan tinggi.
Kaprodi Arsitektur UNBITA, Resza Rachmadyanti, S.Ars., M.Ars, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan momentum evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan mutu dan daya saing program studi.
“Akreditasi adalah cermin kualitas program studi. Karena itu, seluruh tim harus bekerja secara kolaboratif, terukur, dan berbasis data agar Prodi Arsitektur UNBITA dapat menunjukkan kinerja akademik yang unggul dan berkelanjutan,” ujar Resza.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam penerapan kurikulum berbasis capaian pembelajaran serta penguatan dokumentasi kegiatan akademik dan nonakademik sebagai bagian dari penilaian akreditasi.
Melalui rapat ini, Prodi Arsitektur UNBITA menargetkan seluruh instrumen akreditasi dapat disiapkan secara optimal dan tepat waktu. Diharapkan, hasil akreditasi nantinya mampu merepresentasikan komitmen UNBITA dalam menghadirkan pendidikan arsitektur yang berkualitas, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta berorientasi pada pengembangan keilmuan dan profesionalisme lulusan. (Rama/Gopos)








