GOPOS.ID, JEMBER – Satuan Tugas Infrastruktur dan Tata Ruang Pemkab Jember melakukan sidak malam hari di Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Jumat hingga dini hari.
Inspeksi mendadak ini menyoroti kawasan yang berulang kali dilanda banjir, sekaligus menelusuri dugaan kesalahan penataan ruang yang menyeret pengembang.
Kedatangan tim berlangsung hingga larut, memeriksa kondisi drainase, kontur lahan, serta dampak pembangunan terhadap lingkungan sekitar perumahan.
“Ini bukan musibah, tetapi akibat kebijakan seseorang, bukan sekadar takdir,” tegas Ketua Satgas Achmad Imam Fauzi.
“Gus Bupati berpihak kepada warga terdampak, banjir berulang tidak boleh dibiarkan,” ujarnya menegaskan sikap pemerintah daerah.
Sebelumnya, pemerintah daerah telah mempertemukan warga dan pengembang di gedung DPRD Jember, namun forum tersebut belum menghasilkan kesepakatan penyelesaian.
Kini, Pemkab menyiapkan langkah cepat penanganan banjir sekaligus merumuskan kebijakan jangka panjang agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Gus Bupati sudah mengkomunikasikan langkah cepat penyelesaian ini. Relokasi harus nol rupiah, tanggung jawab pengembang,” tegasnya.
Komunikasi lintas pihak disebut terus berjalan, melibatkan pemerintah daerah, pengembang, serta unsur terkait guna merumuskan solusi konkret bagi warga terdampak.
“Tugas Satgas memastikan secara teknokratis kesesuaian aturan. Jika ada pelanggaran, memang ada pelanggaran,” tandas Fauzi.
Satgas menegaskan sidak malam bukan akhir proses, karena pemanggilan lanjutan terhadap pihak terkait akan segera dilakukan untuk memperjelas tanggung jawab.
“Setiap pelanggaran memiliki konsekuensi, sanksi bisa diterapkan, meski dialog tetap dibuka sebagai langkah awal,” jelas Fauzi.
Prioritas pemerintah saat ini adalah menyelamatkan warga terdampak melalui relokasi, sembari menata ulang kawasan agar lebih aman dari potensi banjir.
Bagi warga, banjir berulang bukan sekadar gangguan musiman, tetapi ancaman nyata yang mengganggu aktivitas harian serta menimbulkan ketidakpastian masa depan.
Mereka berharap langkah Satgas membawa kepastian, bukan sekadar peninjauan sementara tanpa solusi nyata bagi persoalan yang telah berlangsung lama.
“Alhamdulillah, Satgas memediasi pengembang dan warga agar cepat selesai, ada solusi penanganan dampak,” kata seorang warga.
Sidak hingga tengah malam menjadi simbol keseriusan pemerintah menelusuri akar persoalan tata ruang yang diduga menjadi pemicu banjir berulang di kawasan tersebut.
Pemerintah berharap penyelesaian segera tercapai, sehingga warga Villa Indah Tegal Besar dapat hidup lebih tenang tanpa bayang-bayang banjir yang terus menghantui.(kur)








