No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Terima Kasih Guruku, Jasamu Tiada Tara

Hasanuddin by Hasanuddin
Selasa 25 November 2025
in Perspektif
0
Terima Kasih Guruku, Jasamu Tiada Tara
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Atika dan Aqila*

Penggalan Syair Lagu pada judul di atas adalah bagian yang tak pernah dilupakan pada setiap tanggal 25 November kita memperingati hari guru, kita kembali mengenang pada sosok yang mungkin tidak selalu berada di panggung utama, tetapi selalu hadir di balik setiap kesulitan kita: Di balik gelar, jabatan, dan prestasi yang hari ini di banggakan, ada doa yang dipanjatkan dengan tulus, ada nasihat yang diulang tanpa lelah, dan ada kesabaran yang seolah tidak pernah bertepi atau habis seiring berjalannya waktu. Hari Guru Nasional 2025 bukan sekedar seremonial tahunan, tetapi momen untuk kita sebagai murid merenung dan berhenti sejenak, menundukkan kepala, dan dengan tulus berkata: “Terimakasih, Guruku, Jasamu tiada tara.”

Pada momen hari guru kali ini izinkan saya Atika dan Aqila  santriwati Mts Alkhairaat Kota Gorontalo menyampaikan isi hati kami mewakili para teman2 sesama santriwati khususnya di MTs Alkhairaa Kota Gorontalo dan seluruh siswa dan santri Alkhairaat di Indonesia.

Sahabatku…..Guru bukan hanya mereka yang berdiri di depan kelas dengan spidol di tangan. Guru adalah ia yang membuka jendela pengetahuan kepada kita, membimbing dari kebodohan menuju pemahaman, dari keraguan menuju keyakinan. Di tangan merekalah, masa depan bangsa perlahan dibentuk. Melalui kata-kata sederhana, koreksi halus, bahkan teguran tegas, guru berusaha menjadikan kita bukan hanya pintar, tetapi juga berkarakter, berakhlaq. Kita semua faham dan tau bahwa saat ini pengetahuan bisa didapat dari mana saja. Di era digital saat ini semua tersaji lewat internet, tapi ketahuilah sahabat semua, bahwa untuk mengetahui yang kita baca itu adalah benar tetap membutuhkan bimbingan guru. Belajar tanpa guru itu bisa berilmu tapi kadang tanpa adab. Sedang posisi adab lebih tinggi dari ilmu.

Di ruang-ruang kelas yang mungkin catnya mulai pudar, ruangan panas dan di hadapan papan tulis yang tak lagi cerah putihnya, guru tetap datang dengan semangat yang sama. Pagi hari, mereka menyapa dengan senyum,walaupun beban keluarga begitu berat dirasakan terlebih kadang kita sebagai murid tak selalu membalas dengan antusias. Ketika kita mengeluh tentang tugas, mereka diam-diam memikirkan cara agar materi lebih mudah dipahami. Saat kita gagal di ujian, mereka bukan sekadar memberi nilai, tetapi juga memberi harapan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya.

Baca Juga :  KOTA GORONTALO PADA TAHUN 2050

Kita mungkin tidak pernah tahu, berapa banyak pengorbanan yang guru jalani. Ada yang harus berangkat subuh demi menempuh jarak yang jauh menuju sekolah. Ada yang mengajar di daerah terpencil, dengan fasilitas serba terbatas, tetapi tetap setia menyalakan cahaya ilmu. Ada pula yang pulang sore hari dengan membawa setumpuk buku tugas, mengoreksi satu per satu, sementara banyak dari kita sudah tertidur nyenyak di rumah. Di balik lelah mereka, tersimpan satu harapan: semoga murid-muridnya kelak menjadi manusia yang bermanfaat.

Sahabatku semua ….Guru adalah sosok yang sering kali tegas di depan kelas, tetapi lembut di belakang. Saat kita jatuh, mereka mengulurkan tangan, meski kadang ditutupi dengan kalimat yang sederhana: “Coba lagi, kamu pasti bisa.” Mereka tidak hanya mengajari cara menjawab soal, tetapi juga cara menghadapi kehidupan. Dari guru, kita belajar arti disiplin, kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu mungkin tidak tertulis di rapor, tetapi tertanam dalam karakter diri kita.

Di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan zaman, peran guru tidak menjadi usang. Justru di era digital ini, guru menghadapi tantangan baru: bersaing dengan gawai, media sosial, dan segala hal yang menarik perhatian murid. Namun begitu, ada sesuatu yang tidak bisa digantikan oleh layar dan mesin: sentuhan kemanusiaan. Hanya guru yang bisa menatap mata muridnya dan berkata, “Saya percaya kamu bisa,” dengan sepenuh hati. Hanya guru yang bisa merasakan ketika seorang murid sebenarnya sedang tidak baik-baik saja meski tersenyum di kelas.

Sering kali, kita baru benar-benar merasakan arti guru ketika sudah jauh melangkah. Ketika memasuki dunia kerja, ketika menghadapi masalah hidup yang pelik, tiba-tiba nasihat guru terngiang kembali: “Jangan menyerah, setiap proses butuh waktu.” Di saat itu, kita sadar bahwa guru tidak hanya membekali kita dengan rumus dan teori, tetapi dengan bekal mental untuk bertahan di tengah kerasnya kehidupan.

Baca Juga :  Menelisik Peluang Keberhasilan Jokowi Mendamaikan Rusia dan Ukraina

Hari ini, dalam rangka Hari Guru, mungkin tidak semua dari kita bisa kembali dan mencium tangan guru satu per satu. Tidak semua dari kita punya kesempatan untuk menyampaikan terima kasih secara langsung. Namun, ada banyak cara untuk menghormati mereka. Kita bisa memulai dengan menjadi manusia yang berakhlak baik, tidak menyia-nyiakan ilmu, serta meneruskan kebaikan kepada orang lain. Karena sejatinya, keberhasilan seorang murid adalah hadiah paling indah bagi seorang guru.

Untuk semua guru yang pernah mengajarkan huruf pertama, angka pertama, doa pertama, dan nasihat pertama tentang hidup; untuk guru yang pernah memarahi karena sayang, menegur karena peduli, dan mendukung karena percaya—izinkan kami mengucapkan terima kasih yang mungkin dianggap basa-basi, tetapi tetap tulus: Terimakasih, Guruku.Jasamu tiada tara.

Jasamu mungkin tidak selalu tercatat di berita, namamu mungkin tidak pernah masuk dalam deretan tokoh besar, tetapi di hati kami murid-muridmu, engkau adalah pahlawan tanpa jubah, penuntun di kala gelap, dan pelita yang tidak lelah menyala. Ilmu yang engkau ajarkan akan mengalir menjadi amal jariyah yang tiada putus, selama kami masih mengamalkannya dan mengajarkannya kembali.

Pada akhirnya, kata-kata tidak akan pernah cukup untuk membalas jasa. Namun, melalui doa yang pelan-pelan kita panjatkan, semoga Allah membalas segala lelahmu dengan pahala yang berlipat ganda, meluaskan rezekimu, menyehatkan tubuhmu, dan menenangkan hatimu. Untuk semua guru di mana pun berada—di kota maupun di desa, di sekolah besar maupun di pelosok negeri terkhusus guru – guru kami di MTs Alkhairaat Kota Gorontalo dimana saat ini kami belajar:

Selamat Hari Guru.
Terimakasih, Guruku. Jasamu benar-benar tiada tara.

*)Penulis adalah Santriwati Pada MTs Alkhairaat Kota Gorontalo Kelas 8.

Tags: Hari Guru NasionalPerspektif
Previous Post

Apresiasi Guru se-Pohuwato, Iwan: Pembentuk Karakter dan Masa Depan Bangsa

Next Post

HUT PGRI ke-80, Bupati Boalemo Ajak Guru Terus Berinovasi

Related Posts

Masjid, Manusia dan Cara Kita Hidup Bersama
Perspektif

Masjid, Manusia dan Cara Kita Hidup Bersama

Sabtu 13 Desember 2025
Kebijakan Pembelajaran Mendalam dan Wajib Belajar 1 Tahun di Taman Kanak-kanak
Perspektif

Kebijakan Pembelajaran Mendalam dan Wajib Belajar 1 Tahun di Taman Kanak-kanak

Jumat 5 Desember 2025
Menuju PAUD Wajib Belajar 13 Tahun: Bagaimana Kurikulum PAUD Harus Berubah?
Perspektif

Menuju PAUD Wajib Belajar 13 Tahun: Bagaimana Kurikulum PAUD Harus Berubah?

Kamis 4 Desember 2025
Anak bukan Miniatur Orang Dewasa, Anak adalah Anak
Perspektif

Anak bukan Miniatur Orang Dewasa, Anak adalah Anak

Minggu 30 November 2025
Guru dan Akal Imitasi
Perspektif

Guru dan Akal Imitasi

Selasa 25 November 2025
Jadilah Guru yang Dirindui, Bukan Guru yang Ditakuti
Perspektif

Jadilah Guru yang Dirindui, Bukan Guru yang Ditakuti

Senin 24 November 2025
Next Post
HUT PGRI ke-80, Bupati Boalemo Ajak Guru Terus Berinovasi

HUT PGRI ke-80, Bupati Boalemo Ajak Guru Terus Berinovasi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Terpopuler

  • Walikota Gorontalo Minta Maaf Ke Kapolda Gorontalo Begini Penjelasannya 

    Walikota Gorontalo Minta Maaf Ke Kapolda Gorontalo Begini Penjelasannya 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IAIN Sultan Amai Gorontalo Lantik Pejabat Baru, Rektor Tegaskan Akselerasi dan Transformasi menuju UIN 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adegan Syur Dua Sejoli di Tangga 2000 Terekam, Videonya Viral

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Alasan Pemilihan Lokasi Pembangunan Masjid Raya Gorontalo 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polres Gorut Rampungkan Kasus Guru Cabul, Berkas dan Tersangka Resmi Diserahkan ke Kejaksaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook Icon-x Youtube Instagram Icon-ttk

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.