GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Delapan pelajar Bone Bolango akan membawa nama daerah ke panggung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. Mereka datang bukan sekadar untuk bertanding, tetapi membawa misi mengharumkan Bone Bolango sekaligus memperkuat nama Provinsi Gorontalo di panggung nasional.
Delapan nama itu menjadi bagian dari 24 peserta asal Provinsi Gorontalo yang berhasil lolos ke MTQ Nasional XXXI. Mereka akan turun pada empat cabang dan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dalam ajang yang berlangsung 11–20 September 2026.
Mereka yang akan berlaga yakni Mohammad Fadly Latif pada cabang Seni Baca Al-Qur’an golongan Remaja Putra dan Muhammad Adnan Faisal pada cabang Hafalan Al-Qur’an golongan 20 Juz.
Sementara pada cabang Fahm Al-Qur’an golongan Putra, Bone Bolango mengirim Mohammad Fakhri Rahman, Salman Ghazi Syahrul dan Rizky Mahardika Putra Mokoginta.
Adapun cabang Fahm Al-Qur’an golongan Putri diwakili Atiqah Nur Fadiyah Salman, Andi Fatimah Rizky Az-Zahra dan Nur Annisya H. Datukramat. Mereka akan diberangkatkan Jumat (11/9/2026) menuju Semarang.
Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena delapan peserta asal Bone Bolango kini mendapat kesempatan membawa nama daerah hingga tingkat nasional.
“Alhamdulillah, anak-anak ini sudah dalam posisi mewakili Provinsi Gorontalo. Dari 24 peserta yang lolos ke tingkat nasional, delapan orang berasal dari Kabupaten Bone Bolango,” kata Iwan saat melepas kontingen di Ruang Rapat Sekda Bone Bolango, Kamis (10/9/2026).
Pemerintah daerah, kata Iwan, tidak ingin para peserta berangkat tanpa dukungan. Pemkab Bone Bolango memberikan uang saku melalui kerja sama dengan Baznas Bone Bolango, sekaligus menyiapkan pendampingan bagi para peserta menjelang hingga pelaksanaan MTQ Nasional.
Namun, perhatian itu tidak hanya ditujukan untuk memastikan mereka tampil di Semarang. Pemerintah daerah juga melihat keberadaan delapan pelajar tersebut sebagai investasi bagi generasi muda Bone Bolango.
Pasalnya, sebagian besar peserta masih duduk di bangku SMP dan SMA. Karena itu, prestasi yang mereka ukir di tingkat nasional nantinya akan menjadi pertimbangan untuk mendapatkan dukungan pendidikan.
“Insyaallah kalau mereka berprestasi ke depan akan menjadi perhatian kita. Kita juga akan memberikan dukungan bantuan studi untuk mereka,” ujar Iwan.
Bagi Iwan, panggung MTQ Nasional bukan sekadar arena perlombaan. Di sana, delapan pelajar tersebut membawa identitas daerah yang harus diperjuangkan dengan kemampuan terbaik.
Karena itu, ia meminta para peserta menjaga kesehatan sejak masa persiapan hingga perlombaan berlangsung. Kesiapan fisik dan mental dinilai penting agar mereka dapat tampil maksimal saat berhadapan dengan peserta terbaik dari seluruh Indonesia.
“Kita berharap mereka sehat jelang persiapan sampai pelaksanaan. Tentu kita berharap mereka bisa memberikan yang terbaik, tampil prima, dengan target keharuman daerah Bone Bolango dan Provinsi Gorontalo,” tutupnya. (Firsa/Gopos)








