GOPOS.ID, MARISA – Para petani sawah di Kecamatan Duhiadaa dan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polres Pohuwato atas langkah tegas menertibkan aktivitas pertambangan emas ilegal, selama ini berdampak buruk terhadap sektor pertanian, khususnya persawahan.
Salah satu petani sawah, Abdurrahman Lukum, mengaku pasca penertiban tambang ilegal kondisi air yang mengalir ke sawah miliknya kini sudah mulai terlihat lebih jernih dan dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan pertanian. Menurutnya, kondisi tersebut sangat berbeda dibandingkan sebelum adanya penertiban tambang ilegal yang menggunakan alat berat.
“Alhamdulillah sekarang air sudah agak jernih, sudah bisa dipakai lagi untuk mengairi sawah. Kami jadi semangat kembali bekerja,” ujar Abdurrahman, Selasa (13/01/2026)
Abdurrahman menuturkan sebelumnya air irigasi yang mengalir ke sawah-sawah warga nyaris tidak bisa digunakan, karena dipenuhi lumpur akibat aktivitas tambang emas ilegal yang menggunakan ekskavator.
“Dulu air itu keruh sekali, penuh lumpur. Sawah kami sangat terganggu, bahkan ada yang tidak bisa ditanami dengan maksimal. Sekarang sudah mulai membaik, ini sangat membantu kami sebagai petani,” ungkap Abdurrahman
Menurut para petani, membaiknya kualitas air irigasi tersebut membawa dampak positif terhadap motivasi kerja para petani sawah. Mereka kini kembali bersemangat mengolah lahan, dengan harapan hasil pertanian ke depan bisa lebih melimpah dibandingkan sebelumnya.
“Kami berharap dengan air yang sudah mulai jernih ini, hasil panen ke depan bisa lebih baik dan melimpah dari hasil-hasil sebelumnya,” tambah Abdurrahman.
Hal senada disampaikan petani lainnya, Uken Lamantu, mengaku penertiban tambang ilegal tetap mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat setempat. Mereka berharap aktivitas pertambangan tetap bisa dilakukan, namun secara manual dan tidak menggunakan alat berat yang merusak lingkungan.
“Kami tidak menolak tambang sepenuhnya. Harapan kami, menambang tetap boleh tapi secara manual saja, jangan pakai alat berat. Karena jujur, ada juga keluarga kami yang bekerja sebagai penambang,” tutur Uken.
Para petani menilai penggunaan alat berat dalam aktivitas tambang ilegal menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan, bahkan tercemarnya sumber air yang mengalir ke area persawahan. Oleh karena itu, mereka mendukung penuh langkah Polres Pohuwato dalam menertibkan tambang ilegal, demi menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan mata pencaharian masyarakat.
“Kami berharap kondisi lingkungan di wilayah Duhiadaa dan Buntulia dapat terus membaik, sehingga sektor pertanian sebagai salah satu sumber utama penghidupan masyarakat dapat kembali berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” tutup Uken (Yusuf/Gopos)







