GOPOS.ID, GORONTALO — Produktivitas sektor perhotelan di Provinsi Gorontalo sepanjang 2025 menunjukkan perbaikan bertahap. Namun, situasi tersebut belum mampu menyamai kinerja tahun sebelumnya. Indikator utamanya terlihat dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang yang masih berada di bawah capaian 2024, meski tren bulanan bergerak naik.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat, TPK hotel berbintang pada November 2025 berada di angka 51,70 persen. Angka ini memang meningkat 3,83 poin dibanding Oktober 2025, tetapi masih terpaut cukup jauh dari November 2024 yang mencapai puncak 64,75 persen
“Kenaikan TPK pada November 2025 menunjukkan adanya perbaikan aktivitas usaha akomodasi. Namun, jika dibandingkan dengan capaian 2024, tingkat hunian tahun ini masih belum sepenuhnya pulih, sehingga produktivitas hotel masih perlu didorong,” ujar Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, saat merilis Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Gorontalo, Senin (5/1/2026).
Perbandingan deret waktu memperlihatkan kontras yang jelas. Sepanjang 2024, TPK hotel berbintang relatif stabil di atas 45 persen dan mencapai level tertinggi pada kuartal akhir, didorong oleh aktivitas pemerintahan, agenda daerah, serta mobilitas masyarakat yang lebih tinggi. Sebaliknya, pada 2025, TPK sempat turun tajam pada Maret ke level 23,52 persen sebelum perlahan pulih hingga November
Kondisi serupa terlihat pada hotel nonbintang. Pada November 2025, TPK hotel nonbintang tercatat 18,45 persen, naik dari Oktober, namun tetap mencerminkan rendahnya daya serap pasar di segmen menengah-bawah Ini mengindikasikan bahwa pemulihan permintaan belum merata di seluruh kelas akomodasi.
Dari sisi kualitas permintaan, rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang pada November 2025 mencapai 1,59 malam, sedikit lebih baik dibanding Oktober dan relatif stabil jika dibandingkan 2024 yang berkisar 1,3–1,6 malam.(hasan/gopos)








