No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Menyoal Gorontalo Fashion Street

Muhajir by Muhajir
Selasa 2 Agustus 2022
in Perspektif
0
Muhammad Arif Bina, Kabid Organisasi DPD IMM Gorontalo (Foto: Dok. pribadi)

Muhammad Arif Bina, Kabid Organisasi DPD IMM Gorontalo (Foto: Dok. pribadi)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Muhammad Arif Bina

Setelah viral, Citayam Fashion Week kini mulai menjamur dan diadaptasi di beberapa daerah di Indonesia tidak terkecuali di Gorontalo. Kegiatan semacam ini di Gorontalo dinamai Gorontalo Fashion Street. Meskipun sama-sama masih memamerkan aksi peragaan busana di atas zebra cross, kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan sejumlah komunitas serta organisasi kepemudaan di Gorontalo ini terpaksa memilih konsep yang berbeda yakni dengan hanya menghadirkan dan membolehkan muslim style saja. Iya, terpaksa. Keterpaksaan ini nampak dari argumentasi panitia sebagaimana tertuang dalam reportase Kronologi.id. Konsep muslim style dipilih usai mendapat banyak kritik dari kalangan masyarakat terlebih dari salah satu Anggota Legislatif di Gorontalo.

Kritik tersebut umumnya lahir dari kekhawatiran publik Gorontalo yang notabene mayoritas muslim. Gelaran Gorontalo Fashion Street oleh mereka dikhawatirkan akan menjadi ancaman bagi moralitas masyarakat, bahkan sekalipun pihak panitia sudah membijaki dengan memunculkan konsep muslim style tidak sedikit dari mereka yang keberatan dengan gelaran GFS tersebut. Lebih jauh, mereka yang keberatan ini cenderung menggunakan dalil-dalil agama sebagai argumentasi untuk sebisa mungkin kegiatan tersebut tidak terselenggara. Penggunaan konsep muslim style yang dipilih panitia untuk mengakomodir keresahan publik sebenarnya sudah bermasalah lebih-lebih kalau sampai membatalkan kegiatan tersebut. Syukur, kegiatan tetap terselenggara dan panitia tidak sampai membatalkannya.

Baca juga: Gorontalo Fashion Street di Limboto Mengusung Tema Muslim Style

Mengapa Muslim Style Bermasalah?

Pemilihan muslim style sebagai konsep dan tema besar dari Gorontalo Fashion Street, meskipun menemukan momennya pada satu muharram kemarin, tidak bisa dipungkiri keputusan tersebut tetap bermasalah. Selain karena keterpaksaan panitia yang dilakukan sebagai upaya untuk meredam kekhawatiran publik, pemilihan konsep itu juga terkesan memaksakan islam untuk menjadi standar moralitas publik di Gorontalo. Dengan demikian, penggunaan konsep tersebut oleh panitia telah mengabaikan fakta bahwa Gorontalo tidak hanya dihuni oleh masyarakat muslim.

Baca Juga :  Krisis Kepercayaan dan Kekosongan Regulasi Kinerja DPRD

Pada dasarnya tidak ada yang salah dengan moralitas islam, karena sebagaimana agama-agama lain, islam turut mengajarkan pesan-pesan moral kepada para pemeluknya. Ajaran moralitas yang bersandar pada keyakinan agama ini adalah bentuk moralitas privat yang tidak bisa kita paksakan untuk diadopsi dan dipraktekan oleh orang lain diluar dari agama yang kita yakini. Misalnya, islam mengajarkan pemeluknya tentang menutup aurat itu adalah baik. Tapi apakah hal ini diyakini sama oleh orang atau pemeluk agama lain selain islam? Haruskah kita memaksakan pemeluk agama lain untuk menutup aurat sebagaimana ketentuan moral yang diajarkan islam?. Sederhananya, ajaran moral dari satu agama bisa dipraktekkan dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat oleh individu yang meyakini kebenaran ajaran agama tersebut tapi bukan untuk dipaksakan agar diterima apalagi dipraktekkan oleh orang lain di luar dari agamanya.

Konsep muslim style adalah moralitas privat yang dipaksakan menjadi moralitas publik pada gelaran Gorontalo Fashion Street kemarin. Akibatnya, kegiatan ini hanya mengakomodir anak muda kreatif yang sudah tentu beragama islam. Pada titik yang sama hal itu justru mendiskriminasi dan cenderung tidak memberikan ruang dan hak yang sama pada anak muda kreatif di luar dari agama islam untuk berkarya serta menunjukkan kebolehannya dalam hal peragaan busana, sekalipun diberikan kesempatan mereka dipaksa untuk mengikuti ketentuan standar moralitas publik yang sudah ditentukan oleh panitia.

Baca Juga :  Peran Daerah Menyukseskan Narasi Tunggal Pemerintah

Pada titik ini, secara tidak langsung panitia pelaksana GFS telah melakukan tekanan sosial dan pendisiplinan untuk bisa melakukan dominasi moral dan etis sebagai respon atas kepanikan moral publik Gorontalo dalam menyikapi gelaran Gorontalo Fashion Street. Kepanikan moral ini seringkali termediasi menggunakan doktrin islam tentang ‘amr ma’ruf-nahi munkar’. Singkatnya, saat banyak yang mengkhawatirkan gelaran GFS akan menimbulkan hal-hal yang munkar, panitia meminimalisir kekhawatiran itu dengan memunculkan konsep muslim style yang dianggap sebagai hal yang ma’ruf. Padahal, kepanikan moral publik yang diamini oleh panitia belum tentu benar dan akan terjadi sedangkan keputusan panita melahirkan konsep muslim style sudah tentu tindakan yang sangat diskriminatif.

Ke depan gelaran seperti ini harusnya disikapi dengan bijak tanpa mengkait-kaitkannya dengan tafsir agama yang sempit, terlebih kalau kegiatan semacam ini dilaksanakan secara terbuka dan dan melibatkan kahalayak umum. Argumentasi tentang Gorontalo sebagai Serambi Madinah, harusnya menjadi tempat hidup yang nyaman dan memberikan hak dan kesempatan yang sama kepada seluruh warganya untuk bertumbuh dan berkembang terlepas dari apapun suku, ras dan agamanya. Sebab, seperti itulah nabi membangun Madinah Al-Muanwaarah. Begitu.

*) Penulis adalah Kabid Organisasi DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gorontalo

Tags: Gorontalo Fashion StreetMuslim StylePerspektif
Previous Post

Terpilih Secara Aklamasi, Merlan Mulai Susun Berbagai Program Untuk GOW Bone Bolango

Next Post

Permintaan Domestik dan Geliat Sektor Riil Jadi Penopang Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional

Related Posts

Perspektif

Ketika Benteng Pemberantasan Korupsi Ikut Diguncang, Siapa yang Menjaga Kepercayaan Publik?

Sabtu 11 Juli 2026
Perspektif

Evaluasi POLRI: Hentikan Abuse of Power dan Stop Tindakan Represif Oknum Polisi Terhadap Rakyat

Selasa 30 Juni 2026
Irwan Bempah saat menghadiri Penas Petani dan Nelayan Gorontalo
Perspektif

PENAS XVII Gorontalo : Lahirnya Gagasan Besar untuk Pertanian Indonesia

Kamis 25 Juni 2026
Perspektif

Alarm Revolusi: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Saatnya Kita Semua Mengambil Sikap Tegas

Kamis 11 Juni 2026
Perspektif

Pancasila 1 Juni: Warisi Apinya, Bukan Abunya

Senin 1 Juni 2026
Perspektif

DPC GMNI Jakarta Timur Hadir Membuka Bantuan Hukum untuk Kaum Marhaen dan Kaum Marjinal

Kamis 28 Mei 2026
Next Post
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Senin (1/08).

Permintaan Domestik dan Geliat Sektor Riil Jadi Penopang Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Muhammad Junaeddy Johnny saat melaksanakan tradisi PedangPora di Polresta Gorontalo Kota, Kamis (9-7-2026). Putra/Gopos

    Profil Lengkap Kapolresta Gorontalo Kota Kombes Pol Muhammad Junaeddy Johnny

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya Itu Kini Berpulang, Jejak Rachmat Gobel untuk Negeri dan Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Adat untuk Almarhum Rachmat Gobel: Taa Lo’o Lamahe Lipu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gorontalo Berduka, Idah Syahidah Rusli Habibie Sebut Almarhum Rachmat Gobel Orang Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Benteng Pemberantasan Korupsi Ikut Diguncang, Siapa yang Menjaga Kepercayaan Publik?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.