GOPOS.ID, GORONTALO – Puluhan truk kontainer di Gorontalo melakukan demonstrasi besar-besaran, Senin (25/5/2026).
Puluhan driver supir truk kontainer yang tergabung dalam aliansi Peduli Energi Gorontalo itu memblokade simpang lima Kota Gorontalo, yang sebelumnya mengambil start sekaligus melakukan orasi di depan kampus Universitas Gorontalo, Limboto.
Mereka menyampaikan tuntutannya sembari membakar ban bekas sebagai bentuk aksi protes.
Hal ini mengakibatkan jalur utama menuju Kota Gorontalo itu harus ditutup sepanjang radius 1 Kilometer.
Informasi yang berhasil dihimpun Gopos.id, puluhan driver kontainer tersebut menuntut untuk pembentukan Satgas khusus di setiap SPBU di Gorontalo.
Ahmad Posuma (56), salah satu driver kontainer menyebutkan pihaknya resah dengan mafia solar di Gorontalo. Hal itu seringkali membuat dirinya mengantre selama lebih dari 24 jam untuk membeli solar.
“Kadang, bisa lebih dari 24 jam,” ungkapnya.
Selain itu, fenomena antrean solar di Gorontalo sudah terjadi sejak lama dan seakan tidak ada penyelesaian dari otoritas terkait.
Hal ini, lanjutnya, membuat aktivitas perekonomian, utamanya akomodasi dan distribusi menjadi sangat terganggu.
Sampai dengan berita ini dilansir, massa aksi masih menduduki kompleks perlimaan Kota Gorontalo dan dikawal aparat kepolisian.
Massa aksi menuntut kehadiran pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menemui massa aksi. (Abin/Gopos)






