GOPOS.ID, GORONTALO – Praktik nakal yang membayangi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah mulai dibidik lebih serius. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan meluncurkan hotline khusus “Bongkar Mafia Haji dan Umrah” secara serentak di seluruh Indonesia, Selasa (8/9/2026) besok.
Peluncuran tersebut bertepatan dengan satu tahun berdirinya Kemenhaj yang diperingati sebagai Hari Hikmat. Layanan pengaduan ini disiapkan sebagai kanal bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan terkait dugaan praktik mafia maupun pelanggaran dalam penyelenggaraan haji dan umrah.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Gorontalo, Mansur Basir, mengatakan peluncuran hotline tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Nomor S-116/SJ/2026 tentang Launching Hotline “Bongkar Mafia Haji dan Umrah”.
Menurut Mansur, kehadiran hotline bukan sekadar membuka kanal pengaduan baru. Lebih dari itu, layanan tersebut menjadi instrumen untuk memperkuat perlindungan terhadap jemaah sekaligus mendorong penyelenggaraan haji dan umrah yang transparan dan berintegritas.
“Kehadiran hotline ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam melindungi jemaah dari praktik nakal mafia haji dan umrah, sekaligus memperkuat penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang bersih dan berintegritas,” ujar Mansur Basir, Senin (7/9/2026).
Di Gorontalo, program tersebut akan segera disosialisasikan secara masif. Kanwil Kemenhaj Gorontalo menyiapkan pemasangan baliho dan banner serta publikasi melalui berbagai kanal media sosial resmi agar informasi mengenai layanan pengaduan dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Mansur juga mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut mengawal pelaksanaan program tersebut. Masyarakat diminta menandai akun resmi Kementerian Haji dan Umrah RI serta menggunakan tagar #bongkar_mafia_haji_dan_umrah dan #hotline_pengaduan dalam kampanye publik.
Menurutnya, pengawasan terhadap penyelenggaraan haji dan umrah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Semakin banyak masyarakat mengetahui kanal pengaduan dan berani menyampaikan informasi, semakin kuat pula upaya pencegahan terhadap praktik yang merugikan jemaah.
“Mari kita kawal bersama dan kabarkan secara masif demi perlindungan jemaah yang lebih baik,” pungkasnya. (Firsa/Gopos)








