GOPOS.ID, GORONTALO – Kuliah umum bertajuk “Penguatan Kapasitas HAM bagi Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Sulawesi Tengah digelar di Universitas Negeri Gorontalo pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan ini menarik perhatian sekitar 4.000 peserta yang terdiri dari mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN), serta siswa SMA. Kehadiran peserta lintas jenjang pendidikan ini menjadi hal istimewa, mengingat kuliah umum biasanya hanya diikuti oleh kalangan mahasiswa.
Kegiatan ini menghadirkan Menteri HAM RI Natalius Pigai, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta jajaran pimpinan wilayah HAM Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, dan diikuti oleh mahasiswa serta siswa SMA.
Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Edward Wolok, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri HAM dan seluruh undangan. Ia menekankan bahwa penguatan pemahaman Hak Asasi Manusia merupakan hal yang penting, mengingat Indonesia memiliki lebih dari 500 suku dan bahasa. Perbedaan budaya, termasuk dalam cara berkomunikasi, menurutnya dapat memunculkan persepsi yang berbeda terhadap pelanggaran HAM, sehingga diperlukan penyamaan pemahaman di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga memaparkan kondisi terkini Universitas Negeri Gorontalo. Ia menyebutkan jumlah mahasiswa aktif pada semester genap mencapai 21.595 orang, dan dapat meningkat menjadi sekitar 26–27 ribu mahasiswa tahun ajaran baru ini. Selain itu, UNG telah menerima hampir 2.500 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Menariknya, UNG juga memiliki mahasiswa asing, khususnya dari Timor Leste, yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam perkuliahan.
Lebih lanjut, Edward Wolok mengungkapkan bahwa UNG memiliki 844 dosen dengan 72 di antaranya merupakan guru besar. Dari sisi pembiayaan pendidikan, sekitar 9.806 mahasiswa menerima beasiswa, termasuk mahasiswa afirmasi dari Papua dan daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). UNG juga berkontribusi dalam pemenuhan tenaga medis di daerah, salah satunya dengan membina mahasiswa asal Kabupaten Maybrat yang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran.
Menutup sambutannya, Rektor mengajak seluruh peserta, khususnya mahasiswa dan siswa, untuk memanfaatkan momentum kuliah umum ini sebagai sarana belajar langsung dari narasumber yang kompeten di bidang HAM. Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat dan pemahaman yang lebih baik tentang Hak Asasi Manusia bagi seluruh peserta. (Winang-Mg)








