GOPOS.ID, GORONTALO – Kepala Perum Bulog Gorontalo, La Ode Sulaiman, memastikan pihaknya telah mengambil langkah antisipatif menyusul kenaikan harga beras sebesar 0,62 persen berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional.
La Ode mengatakan, Bulog bersama instansi terkait telah menggelar rapat koordinasi sejak pekan pertama untuk mengantisipasi potensi perubahan harga pangan di pasaran.
“Pada minggu pertama kami sudah melakukan rapat dengan pihak terkait untuk mengantisipasi terjadinya perubahan harga pangan,” ujar La Ode Sulaiman di Kantor Bulog Gorontalo, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, salah satu langkah yang terus dioptimalkan adalah penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga keterjangkauan harga di tingkat masyarakat.
Selain itu, Bulog Gorontalo juga terus melakukan pemantauan harga secara berkala di sejumlah pasar tradisional untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.
“Kami memaksimalkan penyaluran beras SPHP. Kami juga terus melakukan pemantauan harga ke setiap pasar dan memastikan jangan sampai terjadi lonjakan harga pangan,” katanya.
Ia menegaskan, Bulog akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras, agar tetap terkendali di tengah dinamika pasar.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan beras sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa pemerintah terus berupaya mengendalikan gejolak harga pangan di Gorontalo. (Isno/gopos)








