GOPOS.ID, GORONTALO – Aliansi Penambang Warga Nusantara (APWNU) Provinsi Gorontalo, di bawah kepemimpinan Ketua Syamsu Botutihe, baru saja melaksanakan pelantikan pengurus tingkat Provinsi Gorontalo. Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi APWNU untuk memperkuat komitmen dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan penambang rakyat di Gorontalo, Senin 20-7-2026.
Setelah pelantikan, APWNU segera mengagendakan rapat koordinasi dan rapat kerja bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk membahas program kerja yang akan datang. Salah satu fokus utama dari APWNU adalah edukasi di bidang pertambangan, yang diharapkan tidak hanya legal tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dalam hal ini, APWNU berkomitmen untuk memberikan edukasi yang berkualitas agar proses pertambangan dapat dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab.
Dalam pernyataannya, Syamsu Botutihe menekankan pentingnya advokasi bagi para penambang, terutama dalam menghadapi proses perizinan yang sering kali rumit dan berbelit-belit. “Kami menyadari betapa sulitnya proses perizinan yang harus dilalui oleh para penambang. Oleh karena itu, kami ingin berkolaborasi untuk mempermudah proses ini, baik bagi individu maupun perusahaan,” ujarnya.
APWNU juga menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat sekitar pertambangan. Melalui program-program yang dijalankan, diharapkan masyarakat dapat terlibat dan mendapatkan manfaat dari kegiatan pertambangan yang ada. Pemberdayaan ini diharapkan dapat membantu penambang liar untuk mendapatkan perizinan yang sah, sehingga mereka dapat beroperasi dengan lebih aman dan legal.
Mekanisme untuk mendapatkan perizinan melalui koperasi atau individu sudah tersedia, dan APWNU berkomitmen untuk membantu mereka yang mengalami hambatan dalam proses pengajuan perizinan. “Kami ingin memastikan bahwa semua penambang dapat mengakses perizinan dengan mudah, dan kami siap berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah yang ada,” tambah Syamsu.
Dalam tahap awal ini, APWNU akan melakukan kolaborasi dengan masyarakat penampung dan koperasi yang sudah ada. Organisasi ini juga berkomitmen untuk membantu anggota yang ingin mendapatkan perizinan dengan cara yang sama. Syamsu menekankan bahwa selama ini pembentukan koperasi untuk penambang rakyat menghadapi berbagai tantangan, termasuk kurangnya kekompakan di antara para pendamping.
Dengan tema “Bersatu, Berdaya, dan Berkelanjutan,” APWNU berharap dapat menyatukan para aktivis penambang demi kepentingan bersama. “Kami percaya bahwa jika kepentingan tidak disatukan, maka semua usaha akan terbengkalai. Kami ingin organisasi ini menjadi jembatan bagi semua pihak untuk mencapai tujuan bersama dalam pengembangan sektor pertambangan yang lebih baik di Provinsi Gorontalo,” tutup Syamsu dengan optimis. (Putra/Gopos)








