GOPOS.ID, GORONTALO – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Gorontalo pada tahun 2025 tercatat sebesar 72,62, meningkat 0,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menempatkan Gorontalo dalam kategori “tinggi” berdasarkan klasifikasi status pembangunan manusia, yang mencakup rentang nilai IPM antara 70 hingga 80.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, menyampaikan bahwa peningkatan IPM tahun ini didorong oleh perbaikan pada seluruh komponen pembentuk IPM. “Meskipun pertumbuhannya sedikit melambat dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir, semua indikator menunjukkan arah yang positif,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (5/11/2025).
Komponen umur harapan hidup saat lahir meningkat 0,33 tahun menjadi 71,06 tahun, tumbuh 0,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata lama sekolah naik 0,09 tahun menjadi 8,38 tahun, sementara harapan lama sekolah mencapai 13,18 tahun, naik tipis 0,01 tahun. Di sisi lain, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan meningkat sebesar Rp398 ribu atau tumbuh 3,45 persen.
“Peningkatan umur harapan hidup dan pengeluaran riil menunjukkan bahwa kualitas hidup masyarakat Gorontalo terus membaik, meskipun tantangan dalam pendidikan masih perlu diperhatikan,” tambah Dwi Alwi.

Dari enam kabupaten/kota di Gorontalo, empat daerah masuk kategori IPM tinggi dan dua lainnya berada di kategori sedang. Distribusi capaian ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia di Gorontalo relatif merata, meskipun masih terdapat kesenjangan antarwilayah.
Oleh karena itu ke depan, tantangan utama adalah mempercepat peningkatan kualitas pendidikan dan memperluas akses layanan dasar, terutama di wilayah dengan capaian IPM yang masih rendah.(hasan/gopos)








