No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Inspirasi Membaca dari Anak-anak Saparua

Hasan by Hasan
Rabu 8 Oktober 2025
in Menyapa Nusantara
0
Acara bertajuk “Melanjutkan Nyala Ruang Baca: Merawat Harapan lewat Cerita” digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, awal Oktober 2025. ANTARA/HO-Room to Read.

Acara bertajuk “Melanjutkan Nyala Ruang Baca: Merawat Harapan lewat Cerita” digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, awal Oktober 2025. ANTARA/HO-Room to Read.

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Pulau Saparua di Maluku Tengah terasa lebih terik pasca-fenomena equinox, saat matahari melintas tepat di sepanjang garis khatulistiwa.

Meski pagi belum lama bergulir, sinar matahari menyelinap tegas melalui kisi jendela kayu yang sudah agak lapuk di sebuah sekolah dasar di pulau itu.

Di balik meja sederhana, seorang guru bernama Frida Soumokil tersenyum melihat murid-muridnya memeluk buku berwarna cerah, membaca dengan suara pelan tapi penuh semangat.

Suara mereka terdengar seperti bisikan laut yang menepuk pantai:  berirama, jujur, dan hidup.

Dulu, kata Frida, membaca hanyalah rutinitas. Huruf-huruf di papan tulis dihafalkan tanpa makna. Namun, sejak ruang perpustakaan sekolahnya diubah menjadi tempat yang nyaman, penuh warna dan cerita, anak-anak datang bukan karena disuruh, melainkan karena rindu.

“Sekarang mereka sendiri yang ingin membaca,” katanya dengan mata berbinar.

Dari ruang sederhana di Maluku Tengah itu, seperti mentari yang terik, cahaya kecil literasi Indonesia menyala, dan cahayanya menjalar jauh ke seluruh pelosok negeri.

Selama sepuluh tahun terakhir, organisasi nirlaba Room to Read bersama mitra afiliasinya ProVisi Mandiri Pratama dan berbagai komunitas lokal telah menyalakan nyala itu, nyala yang bukan hanya tentang huruf dan kata, tetapi tentang harapan, kemandirian, dan keberanian bermimpi.

Minat Baca

Dalam perayaan satu dekade perjalanan mereka di Indonesia, nyala itu kembali dihidupkan dalam acara bertajuk “Melanjutkan Nyala Ruang Baca: Merawat Harapan lewat Cerita” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, awal Oktober 2025.

Bagi mereka yang datang ke acara itu, suasananya lebih menyerupai festival jiwa daripada sekadar pameran buku.

Anak-anak duduk bersila di karpet warna-warni, membolak-balik buku bergambar, sementara orang tua tersenyum melihat anaknya tenggelam dalam cerita.

Di salah satu sudut, para guru dan pustakawan berdiskusi tentang cara menumbuhkan minat baca tanpa paksaan.

Di sudut lain, ilustrator dan penulis berbagi tentang proses kreatif melahirkan cerita anak yang dekat dengan keseharian Indonesia, cerita tentang laut, hutan, dan mimpi yang tumbuh di antara keterbatasan.

Dari ruang itu, lahir 14 judul buku baru karya kreator lokal yang diterbitkan oleh lima mitra penerbit termasuk Bestari, Bhuana Ilmu Populer, Litara, Literaloka, dan Noura.

Baca Juga :  Masa Kanak-kanak di Era AI: Antara Harapan dan Ancaman

Namun, lebih dari sekadar peluncuran buku, perayaan ini adalah bentuk penghormatan pada perjalanan panjang yang telah membangun lebih dari 550 Perpustakaan Ramah Anak di berbagai wilayah.

Selama satu dekade, mereka telah menerbitkan 127 buku anak, melatih lebih dari 40.000 guru dan pustakawan, serta mendistribusikan lebih dari satu juta buku ke sekolah dasar dan taman bacaan di seluruh Indonesia.

Tahun ini, 42.000 buku baru akan dikirim ke 1.000 sekolah sebagai tanda bahwa perjalanan belum usai.

Di balik angka-angka itu ada ribuan kisah yang tak tercatat, anak-anak yang mulai percaya bahwa mereka bisa menjadi apapun, guru yang menemukan kembali makna mengajar, dan pustakawan yang kini disapa dengan antusias oleh murid-muridnya setiap pekan.

Semangat Membaca

Dalam Bincang Literasi yang digelar di acara tersebut, para tokoh seperti Herdiana Hakim, Noor H. Dee, Wastana Haikal, Eva Nukman, dan Firman Parlindungan berbagi pandangan bahwa membaca bukan hanya keterampilan, melainkan kebiasaan yang membentuk karakter bangsa.

Alyson Moskowitz, Associate Director of Program Operations Room to Read, menyebut bahwa sepuluh tahun di Indonesia telah membuktikan satu hal penting bahwa perubahan besar selalu dimulai dari hal kecil.

“Kami percaya, setiap anak yang menemukan kegembiraan dalam membaca adalah awal dari perubahan sosial yang nyata,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah melalui Dr. Lanny Anggraini dari Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen menegaskan bahwa kerja sama yang terwujud selama delapan tahun terakhir itu telah menghidupkan kembali semangat membaca di banyak sekolah dasar.

“Kami berharap semakin banyak sekolah yang bisa merasakan manfaatnya, terutama dalam memperkuat budaya literasi di kalangan siswa,” ujarnya.

Di ruang pameran, tampak papan storyboard menampilkan kisah Frida dari Saparua. Cerita itu menjadi simbol bahwa literasi tidak hanya tumbuh di kota besar, tetapi juga di pulau-pulau kecil di timur Indonesia, di mana guru seperti Frida menyalakan pelita di tengah keterbatasan. Di sana, membaca bukan soal prestasi, tetapi tentang merawat rasa ingin tahu dan percaya diri.

Baca Juga :  Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI Definitif

Acara di Taman Ismail Marzuki juga mempertemukan para pegiat literasi dari berbagai daerah termasuk Mutiara Rindang dari Jawa Timur, Yayasan Literasi Anak Indonesia dari Bali dan NTB, Taman Bacaan Pelangi dari NTT, Forum Taman Bacaan Masyarakat dari Kalimantan Barat, dan Yayasan Heka Leka dari Maluku.

Mereka datang membawa kisah perjuangan masing-masing tentang membangun perpustakaan dari bahan daur ulang, mengadakan sesi membaca di rumah-rumah panggung, atau mendongeng di bawah cahaya lentera.

Kolaborasi dengan Patjarmerah menambah warna, menghadirkan karya sepuluh tahun perjalanan yang membuktikan bahwa literasi bukan gerakan elitis, melainkan gerakan rakyat.

Di antara para pengunjung, Kepala Sekolah Tetum Bunaya, Endah Widyawati, mengungkapkan bahwa ruang seperti ini menjadi wadah berharga bagi para pelaku literasi untuk menambah jejaring dan berbagi semangat.

“Ini arena yang bagus untuk penulis dan ilustrator memperluas lingkaran inspirasi,” katanya.

Delapan organisasi turut menghadirkan aktivitas interaktif untuk keluarga, seperti Read Aloud Jakarta, Sekolah Kembang, Penerbit Grow The Seed, Sekolah Tetum Bunaya, Penerbit Kayabaca, Keluarga Kita, dan Buibu Baca Buku Book Club.

Di sana, orang tua dan anak-anak membaca bersama, seolah ingin menegaskan bahwa kebiasaan membaca dimulai dari rumah, dari suara lembut seorang ibu yang membacakan cerita menjelang tidur.

Sabrina Sarmili, Manajer Program ProVisi, menutup perayaan dengan pesan sederhana namun kuat.

“Meskipun acara ini berlangsung di Jakarta, kami ingin kegembiraan membaca ini menjalar ke setiap rumah, sekolah, dan komunitas di seluruh Indonesia.”

Di luar gedung itu, senja turun perlahan di langit Jakarta. Namun di banyak tempat lain, di sebuah sekolah di Saparua, di perpustakaan kecil di NTT, di rumah baca bambu di Kalimantan, nyala ruang baca tetap hidup.

Anak-anak masih membuka buku mereka, menemukan dunia-dunia baru di setiap halaman. Di situlah sejatinya literasi bersemayam, bukan di tumpukan angka statistik, melainkan di mata anak-anak yang berbinar saat menemukan keajaiban dalam sebuah cerita. (Antara/gopos)

Sumber: Antara

Tags: Menyapa Nusantara
Previous Post

Presiden Prabowo Lantik Gubernur-Wagub Papua Matius Fakhiri-Aryoko Rumaropen

Next Post

Audit Kinerja Itwasda Polda Sulut, Kapolres Kotamobagu Sambut Tim Pemeriksa

Related Posts

Sejumlah anak didik Madrasah Ibtidaiyah Swasta Alkhairaat Toro mengikuti pelajaran tentang bijak menggunakan internet dan digitalisasi di Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Selasa (13/10/2026). Sekolah Internet Komunitas yang didirikan pada 2024 memiliki semangat membangun desa digital agar terhubung dan maju di berbagai lini. ANTARA/Muhammad Zulfikar
Menyapa Nusantara

Menilik Sekolah Internet Komunitas dari pelosok Tanah Celebes

Kamis 15 Oktober 2026
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar (kiri) dan Plt. Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan (kanan) menunjukkan berkas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Galeri 2 AHC, Jakarta, Selasa (13/10/2026). (ANTARA/Anggah)
Menyapa Nusantara

ANTARA-Perumnas Kolaborasi Perkuat Informasi Hunian

Selasa 13 Oktober 2026
Area Kilang Hijau di Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Kilang CIlacap
Menyapa Nusantara

Jelantah Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat

Minggu 11 Oktober 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: Biaya Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

Minggu 11 Oktober 2026
Peserta Maganghub Batch II ikuti pengarahan Kementerian Hukum secara daring di Kota Palangka Raya. (ANTARA/Kanwil Kemenkum Kalteng)
Menyapa Nusantara

Magang Usai, Berburu Pekerjaan Dimulai

Sabtu 10 Oktober 2026
Wakil Ketua DPR RI, Dasco Sufmi Ahmad, menandatangani penetapan biaya haji dalam rapat panja BPIH 2027, Rabu (7/10/2026). (Foto: Foto : Mares/Andri/DPRRI)
Menyapa Nusantara

Pelunasan Haji 2027 Turun Jadi Rp23 Juta

Jumat 9 Oktober 2026
Next Post

Audit Kinerja Itwasda Polda Sulut, Kapolres Kotamobagu Sambut Tim Pemeriksa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Konveyor Batu Bara dan Gedung PLTU Anggrek Dilalap Api

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Masyarakat Kota Gorontalo Minta Kasus Terhadap Walikota Dihentikan Polda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Warga Diimbau Pakai Masker di Luar Ruangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengemudi Bentor Mengeluh ke Gubernur, Ada Samsat “Minta Uang” Tambahan saat Pemeriksaan Kendaraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kombes Petrus Silalahi Jabat Dirkrimum Polda Gorontalo, Kombes Teddy Rachesna ke Bareskrim 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.