GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Seorang warga Gorontalo, Yanser Achir, mengalami luka bakar usai lehernya terlilit kabel yang menjuntai di jalan raya saat melintas di Jalan Piola Isa kawasan kompleks Kantor Dinas Pertanian Kota Gorontalo (Selasa/13/1/2025)
Peristiwa itu terjadi ketika Yanser baru saja pulang dari Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan hendak kembali ke Kantor Satpol PP Provinsi Gorontalo melalui rute Jalan Brigjen Piola– Jalan Prof Jhon Aryo Katili. Saat memasuki area kompleks Dinas Pertanian, arus lalu lintas terpantau padat akibat kendaraan yang singgah di lapak penjual ikan dan buah di sekitar lokasi.
Situasi semakin semrawut ketika sejumlah kendaraan besar, seperti mobil tronton, mobil box, dan truk, datang dari arah berlawanan. Saat berpapasan, tiba-tiba sebuah kabel menjuntai dan melilit leher Yanser
“Saya panik, tidak bisa melepaskan kabel itu, sementara kendaraan yang menyenggol kabel terus melaju,” ujar Yanser
Beruntung, kondisi jalan saat itu cukup ramai. Sejumlah warga dan pengendara lain spontan berteriak memperingatkan, hingga Yanset akhirnya berhasil melepaskan lilitan kabel dari lehernya. Dari beberapa kendaraan yang terlibat, hanya satu truk berwarna hijau yang menepi dan sempat memeriksa kondisinya.
Merasa mengalami kecelakaan serius, Yanser langsung menghubungi istri serta rekan-rekan kerjanya. Atas dorongan warga sekitar, ia segera menuju Puskesmas Kota Utara untuk mendapatkan perawatan medis.
Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan bahwa Yanser mengalami luka bakar di bagian leher akibat gesekan dengan kabel panas yang putus. Selain lecet di bagian leher depan, ia juga mengalami memar di bagian belakang leher hingga telinga.
“Kalau bukan karena kerah kemeja, mungkin luka saya lebih parah,” ungkapnya.
Setelah mendapatkan penanganan awal dan resep obat, Yanset mencoba berkonsultasi dengan rekannya di komunitas motor yang juga bertugas di PMI, Rahman Kiilo, terkait mekanisme pengaduan. Namun ia mendapat informasi bahwa kabel-kabel di jalan saat ini tidak hanya milik Telkom, melainkan banyak provider lain, sehingga sulit menentukan pihak yang bertanggung jawab.
“cukup saya saja yang jadi korban. Jangan sampai pengguna jalan lain mengalami hal yang sama,” tegas Yanser
Ia pun bersyukur karena kabel yang melilit lehernya bukan kabel listrik bertegangan tinggi yang berpotensi menyebabkan sengatan fatal, maupun kabel fiber optik yang lebih kecil namun kuat dan bisa melukai lebih serius.
“Alhamdulillah Allah masih menjaga dan memberi saya umur panjang,” tuturnya.
Yanser berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi seluruh pengguna jalan agar lebih waspada, terutama saat berpapasan dengan kendaraan besar. Ia juga meminta pemerintah daerah segera menertibkan dan mengatur tata kelola jaringan kabel di wilayah perkotaan.
“Sudah terlalu banyak kabel yang semrawut dan melorot. Ini bukan kejadian pertama, dan korbannya bukan hanya saya. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak,” pungkasnya. (Rama/Gopos)








