GOPOS.ID, GORONTALO – Provinsi Gorontalo mulai memasuki musim hujan pada November 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi.
Menurut hasil prakiraan BMKG Wilayah IV, curah hujan pada dasarian II (11–20 November 2025) diperkirakan berada pada kategori menengah, dengan intensitas antara 51–150 milimeter per dasarian (10 hari). Namun, beberapa wilayah di Kabupaten Gorontalo Utara, seperti Kwandang, Atinggola, Tomilito, dan Gentuma Raya, diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi yang mencapai 150–200 milimeter per dasarian.
“Sampai dengan update dasarian I November 2025, wilayah Gorontalo telah mengalami musim hujan di seluruh zona musim (ZOM),” terang Kepala BMKG Wilayah IV, Irwan Slamet, dalam keterangan tertulis.
Hujan Merata di Seluruh Kabupaten
Berdasarkan prakiraan cuaca 10 harian BMKG, hampir seluruh wilayah Gorontalo berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat.
- 11–13 November 2025: Cuaca cerah berawan hingga hujan ringan di seluruh wilayah. Hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kota Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Pohuwato, dan Boalemo.
- 14–16 November 2025: Cuaca didominasi berawan hingga hujan sedang. Potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Pohuwato, dan Bone Bolango.
- 17–20 November 2025: Potensi hujan ringan hampir terjadi di seluruh Provinsi Gorontalo. Potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah: Kab. Gorontalo Utara, Kab. Gorontalo, Pohuwato, dan Bone Bolango.
Irwan mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar waspada terhadap dampak hidrometeorologi, seperti banjir, dan longsor.(hasan/gopos)








