GOPOS.ID, GORONTALO – Mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo melaksanakan kegiatan field trip akademik ke sejumlah lembaga keuangan strategis di Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan yang berlangsung 3–6 November 2025 ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat pengalaman pembelajaran berbasis praktik lapangan.
Tiga lembaga yang dikunjungi yakni Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sulut–Gorontalo. Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami langsung praktik tata kelola keuangan publik dan dinamika lembaga keuangan nasional.
Rektor UNBITA Gorontalo, Dr. Ellys Rachman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi dari konsep pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori akademik dengan praktik profesional.
“Mahasiswa harus mampu melihat langsung bagaimana prinsip akuntabilitas dan transparansi dijalankan oleh lembaga-lembaga keuangan negara maupun swasta. Dari pengalaman lapangan ini, mereka dapat memahami bahwa dunia kerja menuntut integritas, kedisiplinan, dan wawasan yang luas,” ujar Dr. Ellys
Selama kunjungan ke BPK, mahasiswa berdiskusi mengenai mekanisme audit keuangan daerah dan sistem pengawasan anggaran publik. Sementara di PT PNM Mekaar, mahasiswa mendalami peran lembaga keuangan mikro dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil. Adapun di OJK, mahasiswa memperoleh pemahaman terkait pengawasan industri keuangan dan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat.
Ketua Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik UNBITA, Fitria Akibun menegaskan bahwa field trip tersebut merupakan bagian dari roadmap akademik program studi.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori pengelolaan keuangan publik, tetapi juga melihat bagaimana lembaga negara dan industri keuangan bekerja memastikan stabilitas dan akuntabilitas sistem ekonomi nasional,” jelasnya.
Dr. Ellys menambahkan bahwa kegiatan lintas provinsi ini menjadi salah satu strategi UNBITA dalam membangun kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.
“Kami tidak ingin mahasiswa hanya fokus pada teori, tetapi harus memiliki perspektif lapangan yang kuat agar siap bersaing di sektor publik maupun swasta,” tegasnya.
Selain menambah pengetahuan teknis, kegiatan ini juga menumbuhkan pemahaman mahasiswa terkait pentingnya etika, profesionalitas, dan komitmen terhadap pelayanan publik. Banyak mahasiswa mengaku mendapatkan inspirasi dan motivasi baru setelah melihat langsung operasional lembaga-lembaga tersebut.
“Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam berkarier nanti,” ujar Fitria
Di akhir kegiatan, Rektor UNBITA menyampaikan apresiasi kepada lembaga yang telah memberikan ruang pembelajaran bagi mahasiswa.
“Kami sangat berterima kasih kepada BPK, PNM Mekaar, dan OJK atas sambutan dan kesempatan berbagi pengalaman. Kerja sama seperti ini sangat berarti dalam membangun jembatan antara dunia pendidikan dan praktik profesional, sejalan dengan semangat Tridharma Perguruan Tinggi,” tutupnya. (Rama/Gopos)








