GOPOS.ID, GORONTALO – Festival Tunas Bahasa Ibu yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Gorontalo sukses digelar.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah turut mengapresiasi kegiatan tersebut yang diselenggarakan selama 2 hari di Hotel Aston Gorontalo, Senin-Selasa November 2025.
Menurut Idah, bahasa daerah adalah identitas dan kebanggaan yang harus dijaga agar tidak hilang di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Ia menekankan pentingnya menggunakan bahasa daerah di berbagai ruang, baik di rumah, sekolah, maupun media sosial.
“Kalau ada orang yang malu berbahasa daerah, berarti dia tidak mencintai daerahnya. Kita harus bangga dengan logat Gorontalo. Seperti kalau orang Gorontalo bilang ‘sobolas’ untuk sebelas, itu adalah ciri khas kita,” tegas Idah.
Festival yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh pelajar dari berbagai jenjang, mulai dari SD hingga SMP. Para peserta tidak hanya menampilkan kefasihan berbahasa Gorontalo, tetapi juga memperkenalkan keragaman bahasa daerah lain seperti Suwawa dan Atinggola.
“Kalian semua adalah tunas-tunas bangsa, penerus kebudayaan Gorontalo yang tangguh, kreatif, dan berkarakter. Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus berkarya, belajar, dan mencintai bahasa serta budaya daerah,” ujar Idah.
Selain menyoroti pentingnya pelestarian bahasa daerah, Idah juga berpesan kepada para orang tua agar terus mendukung dan membimbing anak-anak dalam mengembangkan potensi mereka.
“Lepaskanlah anak-anak menuju kesuksesan, dilepas tapi tetap dalam ikatan. Dorong mereka sesuai dengan minatnya, berikan pengawasan, dukungan, dan semangat,” tutupnya. (Putra/Gopos)








