GOPOS.ID, GORONTALO – Balai Bahasa Provinsi Gorontalo menggelar Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Gorontalo Tahun 2026 di Aula Kantor Balai Bahasa Provinsi Gorontalo pada 21/05/2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Gorontalo, perwakilan perguruan tinggi, serta para finalis dari berbagai program studi dan latar belakang pendidikan. Acara secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Gorontalo, Masran Rauf, yang turut memberikan sambutan dan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Masran Rauf menegaskan bahwa kemampuan berbahasa yang baik menjadi modal penting dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, seseorang yang mampu menggunakan bahasa dengan baik dan lancar akan lebih mudah diterima di mana pun berada. Ia juga berharap ajang pemilihan Duta Bahasa terus ditingkatkan melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan agar mampu melahirkan generasi muda yang tangguh, unggul, dan aktif memberikan kontribusi positif bagi bangsa serta daerah.
Masran Rauf turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Balai Bahasa Provinsi Gorontalo atas konsistensinya menyelenggarakan program pengembangan bahasa setiap tahun. Ia menilai Balai Bahasa menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo karena mampu menghadirkan ruang pembelajaran bahasa yang terbuka bagi seluruh kalangan. Menariknya, peserta Duta Bahasa tahun ini tidak hanya berasal dari program studi bahasa, tetapi juga dari jurusan arsitektur, ahli gizi, administrasi publik, dan berbagai bidang lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa bahasa bersifat universal dan dapat dipelajari oleh siapa saja.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Duta Bahasa, Vadly Mahmud, menjelaskan bahwa tahun ini terdapat 42 semifinalis yang kemudian diseleksi menjadi 20 finalis terbaik, terdiri atas 10 laki-laki dan 10 perempuan. Para finalis berasal dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Negeri Gorontalo, IAIN Sultan Amai Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Bina Mandiri, Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Universitas Gorontalo, serta peserta jalur umum. Ia menyebut peserta didominasi oleh mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo karena banyak yang mengikuti jalur umum.
Vadly Mahmud berharap pasangan Duta Bahasa yang terpilih nantinya mampu mengharumkan nama Gorontalo pada ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional di akhir tahun mendatang. Pemerintah Provinsi Gorontalo juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan pengembangan bahasa dan literasi generasi muda. Melalui ajang ini, para duta bahasa diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga agen positif yang mampu menyebarkan semangat penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di tengah masyarakat. (WinangMg-gopos)






