GOPOS.ID, BONDOWOSO – Dewan Pengawas BPJS Kesehatan melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Koesnadi Bondowoso pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berjalan sesuai ketentuan sekaligus menyerap berbagai masukan dari fasilitas kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. dr. Sunarto, M.Kes., selaku anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, bersama jajaran BPJS Kesehatan Cabang Jember berdialog langsung dengan Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna Adryanto, Sp.P., FISR, beserta jajaran manajemen rumah sakit.
Pembahasan berfokus pada pelaksanaan pelayanan JKN, pemanfaatan sistem yang disediakan, serta kendala di lapangan.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin mendapatkan informasi mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki, bagaimana fasilitas kesehatan dapat mengoptimalkan sistem yang sudah disediakan, serta mengetahui kendala-kendala yang dihadapi di lapangan. Dengan begitu, berbagai masukan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta JKN,” ujar Sunarto.
Sunarto juga mengingatkan agar sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan terus dijaga.
Menurutnya, kolaborasi yang baik harus diiringi kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku demi memberikan kepastian bagi peserta.
“Sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan harus terus dijaga dan diperkuat. Kepatuhan terhadap regulasi juga menjadi hal penting agar pelayanan yang diberikan kepada peserta JKN dapat berjalan sebagaimana mestinya. Kami berharap berbagai masukan dari fasilitas kesehatan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk terus melakukan perbaikan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna Adryanto, Sp.P., FISR., menyambut baik kunjungan pengawasan tersebut sebagai bentuk perhatian nyata terhadap pelayanan kesehatan masyarakat Bondowoso.
Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien yang datang merupakan peserta JKN.
“Hampir 95 persen pasien yang mendapatkan pelayanan di rumah sakit kami merupakan peserta BPJS Kesehatan, baik dari segmen PBPU atau mandiri, PBI, maupun segmen kepesertaan lainnya,” ungkap Yus.
Yus turut menyampaikan rasa syukurnya atas capaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Bondowoso yang memberikan kemudahan akses layanan kesehatan bagi warga.
Pihaknya berkomitmen untuk terus berbenah demi memperluas cakupan dan mutu pelayanan.
“Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan. Salah satunya melalui pengembangan kapasitas rumah sakit agar cakupan pelayanan dapat semakin luas serta memudahkan masyarakat, khususnya peserta JKN, dalam memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan,” jelasnya. (*)








