GOPOS.ID, BONE BOLANGO – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terus mendorong peningkatan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Kerja Pencapaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bone Bolango Tahun 2026 yang digelar di Naffil Café dan Resto, Selasa (13/1/2026).
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, menekankan pentingnya dukungan pendanaan dan sinergi lintas organisasi dalam menggerakkan program BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, tidak ada organisasi yang dapat berjalan optimal tanpa dukungan anggaran, terlebih untuk program berskala besar yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
“Hampir tidak ada organisasi yang bisa berjalan tanpa dukungan dana. Tidak sebatas PNS sebagai abdi masyarakat, tetapi bagaimana kita bersama-sama bisa menggerakkan program BPJS Ketenagakerjaan ini,”ujar Bupati Ismet Mile.
Bupati Ismet juga menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan merupakan unit organisasi strategis yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan stabilitas sosial. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk turut berpartisipasi aktif dalam mendorong kepesertaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ismet Mile turut menyoroti peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai ujung tombak umat dalam menggerakkan partisipasi masyarakat, khususnya kelompok rentan dan pekerja informal, agar dapat terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
“Kita berharap melalui FGD ini, dapat terumuskan rencana kerja yang konkret dan kolaboratif guna mewujudkan Universal Coverage Jamsostek pada tahun 2026, sehingga perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat,”tegasnya.
Ditempat yang sama, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, Sanco Simanullang, dalam laporannya menyampaikan bahwa tingkat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Bone Bolango saat ini telah mencapai 66,67 persen. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo.
“Saya sudah empat bulan bertugas di Gorontalo. Dari seluruh kabupaten/kota, Bone Bolango mencatat coverage tertinggi, yakni 66,67 persen. Di tingkat nasional, bahkan sudah ada daerah yang mencapai 100 persen,” ungkap Sanco.
Meski demikian, Sanco menilai masih terdapat ruang untuk meningkatkan cakupan kepesertaan. Salah satu strategi yang dapat dimaksimalkan adalah pendekatan one get one, yakni setiap peserta aktif diharapkan dapat mengajak satu pekerja lain untuk bergabung dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo juga mengusulkan pemberian Jamsostek Award sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah dan pihak-pihak yang berkontribusi aktif dalam memperluas kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan. (Indra/Gopos)








