No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

BUNUH DIRI TAK MENYELESAIKAN MASALAH

Muhajir by Muhajir
Senin 24 Juli 2023
in Perspektif
0
Ilustrasi garis polisi (dok. gopos)

Ilustrasi garis polisi (dok. gopos)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: Mohamad Rozkit Bouti

Akhir-akhir ini Gorontalo sedang ramai dengan perbincangan kasus bunuh diri. Terhitung hingga bulan Juli 2023 sudah ada 21 kasus bunuh diri yang terjadi. Dari beberapa kasus bunuh diri sudah ditemukan motifnya, sedangkan lainnya masih dalam investigasi pihak kepolisian.

Sampai dengan saat ini motif bunuh diri yang dilakukan adalah penyebab dari depresi dan distorsi sosial. Mulai dari problem skripsi yang tak kunjung kelar, hubungan yang kurang baik dengan teman dan keluarga, ekonomi yang kurang tercukupi, hingga perselingkuhan.

Depresi diakibatkan oleh tumpukan pikiran negatif yang disimpan pribadi, menahannya sendiri, anggapan bahwa diri sendiri bisa menahannya sendiri, takut menyampaikan kepada orang lain karena tidak ingin merepotkan atau tidak ingin orang lain tahu. Depresi bisa terjadi pada siapa saja, orang tua, dewasa, bahkan remaja.

Tumpukan pikiran negatif ini terus berkembang dengan munculnya pemantik masalah lainnya, akhirnya semakin kuat pusaran pikiran negatif. Agar pikiran ini bisa tersalurkan, maka cerita kepada orang lain bisa mengikis sebagian pikiran negatif.

Sedangkan distorsi sosial maksudnya bahwa adanya problem yang tengah dihadapi individu dengan pasangan, keluarga, teman, dan lingkungan sekelilingnya, sehingga menjadi pemantik seseorang untuk mengakhiri hidupnya.

Aaron Beck seorang tokoh psikologi mengatakan bahwa saat orang akan bunuh diri ada tiga pandangan negatif tentang diri, dunia, dan masa depan. Dia menganggap dirinya sebagai orang yang tidak berguna, tidak bisa melakukan apa-apa, dan banyak merepotkan orang lain. Dia menganggap bahwa dunia atau lingkungan terlalu banyak menuntut kepada dirinya, entah dalam pekerjaan, capaian cita-cita, kuliah, pernikahan, dan lain sebagainya. Dia menganggap bahwa masa depannya suram, selalu gambaran negatif tentang berbagai hal yang akan dia hadapi masa depan, tidak ada lagi yang dapat ia lakukan.

Tiga pandangan negatif menurut Aaroon Beck dasarnya Kembali kepada kognitif setiap orang. Artinya, pikiran itu tumbuh dari cara kita memandang sesuatu. Kerap kali orang memutuskan bunuh diri disebabkan oleh stagnasi pemikiran, hingga mengambil jalan singkat bahwa untuk melupakan semua masalah yang terjadi, maka bunuh diri adalah jalan keluarnya. Bukan tak mengerti maksud bunuh diri sebagai perbuatan tercela, tapi tumpukan masalah menjadikan seseorang mengambil jalan pintas yang tidak realistis.

Baca Juga :  Hikmah Bencana dan Emergency Leader

Problem apapun yang sedang dihadapi, BUNUH DIRI BUKANLAH SOLUSI.

Coba pikir lagi, bunuh diri malah menimbulkan banyak masalah baru. Keluarga—Ayah, ibu, anak, dan sanak saudara, yang ditinggalkan pasti sedih, bisa jadi masalah yang ditinggalkan berlanjut kepada keluarga dan memunculkan asumsi negatif.

Seberat apa problem yang kita hadapi? seringkali bukan problemnya yang besar, tapi sudut pandang kita terhadap masalah yang berlebihan, sehingga membuatnya terasa besar. Seberat apapun masalahnya, pikirkan bahwa “Masalah ini pasti selesai”, tugas kita menenangkan diri sejenak dan berpikir untuk menemukan solusi.

Karena berbagai masalah kaitannya dengan pengelolaan terhadap pola pikir atau mindset, seberapa baik kita mengelola mindset, maka menentukan pilihan dan cara kita bertindak. Akan muncul selalu banyak pertimbangan, karena manusia selalu punya kebebasan untuk menentukan langkah dalam hidupnya. Dengan itu, kita selalu punya kekuatan untuk menentukan hidup ke arah yang lebih baik.

Jika tak menemukan solusi sendiri, maka diskusikan dengan orang lain yang dianggap dapat memberikan solusi. Karena kita bukan satu-satunya orang yang dapat menghasilkan solusi, tapi orang lain bahkan bisa jadi lebih bisa memberikan solusi yang tepat. Temukan orang lain sebagai bahan pertimbangan dan penguatan, sehingga kita menemukan sudut pandang yang berbeda.

Lingkungan sangat berpengaruh terhadap cara kita menjalani hidup. Tempatkan kita pada circle yang tepat, entah circle pertemenan, perkuliahan, dan pekerjaan. Circle yang membuat kita kuat dengan keberadaan diri sendiri, inspiratif untuk melakukan aktifitas positif, dan tidak menjudge tapi meluruskan dengan baik.

Baca Juga :  Penemuan Korban Bunuh Diri di Desa Butu Bone Bolango, Awalnya Hanya Pamit Pindah Sapi

Banyaknya kasus bunuh diri seharusnya membuat kita lebih AWARE dengan SIAPAPUN

Seringkali kita menganggap sepele dengan orang sekeliling yang lagi punya masalah. Ada juga yang saling membandingkan masalahnya sendiri dengan orang lain. Padahal setiap orang punya tanggungan masalah yang berbeda.

Pliss, kalo ada yang lagi cerita tentang masalahnya, tolong dengerin dengan saksama, beri perhatian ke orang yang lagi curhat, tanggapi bukan menjudge, kita nggak harus memberikan solusi, tapi berikan atensi, seringkali orang yang punya masalah memang hanya butuh didengarkan, dan simpan masalahnya baik-baik dengan nggak mengumbar ke orang lain. Karena salah satu yang buat orang malas curhat ke orang lain karena mulut temannya yang ember.

Kasus Bunuh Diri yang terjadi bisa dikatakan sebagai fenomena gunung es, bahwa bisa jadi masih banyak orang di luar sana yang terpikir mengakhiri hidupnya. Tapi menjadi tugas kita aware ke orang-orang sekeliling untuk membantu orang lain menemukan solusi dari masalahnya dan mencegah terjadinya bunuh diri.

Dalam tinjauan agama, semua agama pasti melarang tindakan mengakhiri hidup dengan cara apapun. Anugerah kehidupan yang diberikan Tuhan menjadi sebuah privilage bagi setiap orang, tugas kita adalah memanfaatkan berbagai potensi yang telah diberikan Tuhan. 

Banyaknya kasus bunuh diri di Gorontalo ini menjadi bukti bahwa kita benar-benar harus aware dengan orang sekeliling. Tidak menjadikannya sebagai bahan candaan, kita tidak pernah tahu dengan isi pikiran orang-orang. Masyarakat membutuhkan pengetahuan dan wawasan yang lebih masif tentang Kesehatan mental, entah melalui sekolah atau pun sosialisasi di masyarakat. Tentu ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengambil langkah preventif terjadinya kasus bunuh diri.**

Tags: Bunuh diriBunuh Diri Bukan SolusiKasus Bunuh Diri
Previous Post

Fais Nemsa: Saya Sudah Siap Berkarir di Dunia Perfilman Indonesia

Next Post

Sun God Nika Gear 5 Luffy Tayang Versi Anime, Berikut Tujuh Fakta Menariknya

Related Posts

Perspektif

Ketika Benteng Pemberantasan Korupsi Ikut Diguncang, Siapa yang Menjaga Kepercayaan Publik?

Sabtu 11 Juli 2026
Perspektif

Evaluasi POLRI: Hentikan Abuse of Power dan Stop Tindakan Represif Oknum Polisi Terhadap Rakyat

Selasa 30 Juni 2026
Irwan Bempah saat menghadiri Penas Petani dan Nelayan Gorontalo
Perspektif

PENAS XVII Gorontalo : Lahirnya Gagasan Besar untuk Pertanian Indonesia

Kamis 25 Juni 2026
Perspektif

Alarm Revolusi: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Saatnya Kita Semua Mengambil Sikap Tegas

Kamis 11 Juni 2026
Perspektif

Pancasila 1 Juni: Warisi Apinya, Bukan Abunya

Senin 1 Juni 2026
Perspektif

DPC GMNI Jakarta Timur Hadir Membuka Bantuan Hukum untuk Kaum Marhaen dan Kaum Marjinal

Kamis 28 Mei 2026
Next Post
Ilustrasi Gear 5 Luffy (foto: youtube one piece)

Sun God Nika Gear 5 Luffy Tayang Versi Anime, Berikut Tujuh Fakta Menariknya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Eks Kadis Kominfo Gorontalo Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Command Center 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korupsi Jalan Irigasi di Pinogu Rp3,3 Miliar, Kejari Bone Bolango Tahan Tiga Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Kadis Kominfo Datangi Kejati Gorontalo, Penyidikan Korupsi Command Center Terus Bergulir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Tahan Tiga Tersangka Korupsi Command Center Diskominfo Gorontalo, Kerugian Capai Rp1,3 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cabuli Staf Desa, Oknum Mantan Kades di Pohuwato Ditahan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.