No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Mengenang Almarhum Rachmat Gobel, Inspirasi, Teladan dan Spirit Perjuangan untuk Gorontalo

Ishak Noho by Ishak Noho
Kamis 20 Agustus 2026
in Perspektif
0
Nelson Pomalingo

Nelson Pomalingo

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh : Nelson Pomalingo

Ketua Dewan Pembina The Presnas Center

 

Bagian Pertama

Har ini tanggal 18 Agustus 2026, dimana bangsa Indonesia masih dalam suasana  hiruk-pikuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, masyarakat Gorontalo pada momentum yang sama, memperingati dan mengenang 40 hari berpulangnya Dr. (HC) Hi. Rachmat Gobel, tokoh Gorontalo yang tidak hanya dikenang sebagai pengusaha level nasional kebanggaan Gorontalo, tapi juga sosok yang sebagian besar hidupnya telah mendedikasikan tenaga, pikiran dan segala sumber daya yang dimilikinya untuk kemajuan Gorontalo.

Doa arwah 40 hari dalam tataran tradisi masyarakat Gorontalo, bukan sekadar momentum untuk bermunajat kepada sosok teman, sahabat, kerabat tercinta yang telah mendahului menghadap sang Maha Pencipta, tapi lebih dari itu, doa arwah 40 hari adalah momentum untuk mengenang kebaikan-kebaikan almarhum semasa hidupnya, kemudian menjaga dan membina harmoni dan silaturahmi antar teman, sahabat serta keluarga almarhum. Yang terpenting lagi, adalah  mewarisi dan melanjutkan kebaikan-kebaikannya, dedikasi dan perjuangannya sebagai bukti cinta dan kerinduan yang mendalam terhadap almarhum.

Dalam konteks ini. peringatan doa arwah 40 hari almarhum yang bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan yang identik dengan jiwa kepahlawanan dan patriotisme, tidak cukup hanya dipandang dan dimaknai sebagai suatu kebetulan, tapi menjadi sebuah isyarat dan gerakan Tuhan,  bahwa almarhum Rachmat Gobel, sejatinya adalah sosok patriot rakyat yang diakui eksistensi perjuangannya oleh negara untuk bangsa ini.

Apalagi, beliau adalah tokoh nasional yang pernah menerima tanda kehormatan “Bintang Mahaputera Adipradana” dari Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 14 Agustus 2024 lalu. Yakni sebuah penghargaan negara kepada para tokoh nasional yang dinilai berjasa besar bagi bangsa dan negara. Atas anugerah dan penghargaan itulah, almarhum berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Utama Kalibata Jakarta, satu deretan dengan pusara para pahlawan Kusuma Bangsa yang telah mengorbankan tenaga, pikiran dan nyawanya untuk bangsa ini.

Oleh karena itulah, bagi masyarakat Gorontalo, almarhum Rachmat Gobel, tidak cukup hanya dikenang sebagai sosok yang berjasa dan memiliki semangat yang tinggi untuk membangun dan memajukan Gorontalo, tapi juga seorang patriot dan pejuang yang saat ini dan ke depan akan menjadi tokoh inspiratif  yang mewariskan spirit perjuangan bagi kemajuan dan masa depan Gorontalo.

Itulah substansi tulisan ini, yakni hendak menggalang semangat dan komitmen kita untuk mewarisi, melanjutkan dan meneruskan  spirit perjuangan almarhum Rachmat Gobel untuk memajukan Gorontalo. Hal itu penting, karena sebagian besar hidupnya telah didedikasikan untuk Gorontalo. Begitu banyak ide, gagasan,  pemikiran-pemikiran konstruktif  dan cita-cita almarhum  yang patut menjadi spirit pergerakan dan perjuangan dalam rangka membangun masa depan Gorontalo yang lebih baik.

Almarhum Rachmat Gobel yang berpulang tepat pada hari Jum’at  yang dalam perspektif Islam sebagai hari yang mulia dan disebut sebagai “Sayiddul ayyam”, artinya penghulu atau pemimpin hari-hari lainnya pada tanggal 10 Juli 2026 lalu, tidak hanya  dikenang sebagai kepergian dan kepulangan almarhum  yang begitu mulia dengan predikat  Husnul Khatimah, tapi yang terpenting adalah segala bentuk  ide, gagasan, cita-cita dan pemikiran-pemikiran konstruktifnya untuk Gorontalo, tidak akan pernah mati, melainkan terus hidup, membimbing dan memimpin generasi Gorontalo.

Tidak hanya itu saja, segala bentuk sikap tindakan dan jiwa entrepreneurship dalam dunia bisnis yang menjunjung tinggi integritas dan kejujuran. Kemudian kiprah politik almarhum yang begitu elegan dan terhormat selama ini, juga menjadi sisi lain yang tidak hanya menarik menjadi rujukan generasi Gorontalo, tapi juga banyak mengandung nilai-nilai edukasi, sebagai sumber pembelajaran,  menjadi sumber teladan bagi siapapun  yang ingin terjun ke dunia politik.

Menurut saya, paling tidak terdapat 4 dimensi keteladanan yang terpatri dari almarhum selama hidupnya yang menjadi sumber rujukan bagi generasi Gorontalo, yakni :

Pertama, jiwa entrepreneurship yang dibangun di atas fondasi  nilai-nilai humanisme yang berbasis pada aspek kemanusiaan, mampu  merawat dan menjaga amanah perusahaan yang sudah dirintis oleh kedua orang tuanya hingga tetap eksis dan mampu bertahan di era persaingan industri elektronik dan perdagangan global yang sangat kompetitif. Almarhum Rachmat Gobel mampu menjaga amanah itu, bahkan mampu meletakkan fondasi yang kokoh, berikut filosofi perusahaan yang bertumbuh yang elevan dengan perkembangan zaman,  modern dan berkelanjutan bagi generasi sesudahnya.

Baca Juga :  Bupati Gorontalo Bantu Perbaiki Rumah Korban Kebakaran di Tabongo

Dalam dimensi ini, meski menahkodai perusahaan yang berskala nasional, bahkan internasional dengan aset triliunan Rupiah, namun almarhum Rachmat Gobel beserta keluarga tetap hidup sederhana, jauh dari kesan hidup glamour. Bahkan sebaliknya, memiliki rasa empati yang tinggi terhadap kehidupan mereka yang belum beruntung. Dari sinilah keluhuran itu terpatri, yakni provit perusahaan yang bertumbuh, senantiasa  berorientasi dan berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan. Boleh disebut, almarhum Rachmat Gobel semasa hidupnya menjadi pelopor terhadap perubahan paradigma dalam dunia bisnis yang dikenal dengan teori “Humane Entrepreneurship” atau kewirausahaan berbasis kemanusiaan atau Humanisme Entrepreneurship.

Almarhum mampu memanifestasikan teori berbisnis yang pernah dipopulerkan oleh Ki-Chan Kim bersama asosiasi global International Council for Small Business (ICSB) yang  menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, kesejahteraan karyawan, serta keberlanjutan sosial sebagai inti dari aktivitas bisnis. Konsep usaha dan bisnis model ini berpandangan, bahwa manusia (karyawan), mitra dan masyarakat bukan sebagai alat produksi sehingga menolak prinsip eksploitasi. Bahkan provit perusahaan yang bertumbuh secara terukur dipergunakan untuk  mendorong Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar tumbuh bersama. Model berusaha seperti ini, mampu menjaga keseimbangan kerja dan hidup, menjaga harmoni dengan lingkungan dengan daya social responsibility yang tinggi.

Kedua, dalam dimensi politik, almarhum Rachmat Gobel adalah sosok politisi yang  ideal. Dalam politik ia sudah selesai dengan “dirinya sendiri” dan keluarganya. Dalam perspektif politisi seperti ini, politik hanya sebagai wahana untuk membangun idealisme, politik sebagai medan pengabdian, ladang untuk  berbuat dan beramal yang kesemuanya itu,  bertumpu pada bagaimana mewujudkan harapan, aspirasi dan kepentingan masyarakat.

Politisi model ini tidak lagi berpikir untuk kepentingan dirinya, keluarga dan kelompoknya. Bahkan model politisi seperti ini, tidak segan-segan merogoh sakunya sendiri, ketika berhadapan dengan sistem politik pragmatis, birokrasi pemerintahan yang berbelit dan sistem administrasi pelayanan publik yang tidak berpihak pada kaum marginal. Menariknya lagi, Rachmat Gobel telah mewariskan paradigma politik yang santun, etis dan politik yang mampu menempatkan diri secara elegan di tengah masyarakat.

Meski dalam politik identik dengan “warna” tertentu, tapi ketika politik berada di arena pengabdian untuk masyarakat, Rachmat Gobel tidak lagi menonjolkan fanatisme “warna”, melainkan kepentingan masyarakat yang menjadi rujukannya. Hal itu sangat jelas terlihat dari kiprahnya di kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo yang memberikan porsi perhatian yang sama untuk setiap daerah di kabupaten/kota. Mendiang almarhum semasa aktif sebagai Anggota DPR-RI kala itu, tidak lagi memandang Bupati/Walikota dari latar belakang “warna politik” apa, tapi dengan tulus dan ikhlas mengulurkan tangan untuk semua.

Itulah sebabnya, selama dalam kiprahnya di Gorontalo, almarhum tidak memiliki musuh politik. Semua pemimpin di Kabupaten/Kota dengan latar belakang partai politik yang beragam diperlakukannya sebagai sahabat dan mitra, demi kepentingan rakyat. Tidak heran, jika selama kiprahnya di dunia politik, khususnya di Gorontalo,  Rachmat Gobel telah meninggalkan “legacy” politik  yang mencerahkan dan mencerdaskan.

Rachmat Gobel adalah sosok politisi ideal yang tidak mengenal politik menghujat, politik yang menista, manuver politik yang saling menjatuhkan atau “Tutuhiya”,  politik adu domba dan sangat jauh dari politik yang bersandar pada uang dan materi. Justru sebaliknya, di tengah “kekayaan” yang melimpah dengan “Isi Tas”yang bertengger di barisan teratas dibandingkan politisi lainnya di Gorontalo, namun sikap politik Rachmat Gobel tetap berbasis pada politik yang berkualitas dan berintegritas yang senantiasa mendidik, mengarahkan dan membimbing masyarakat  pemilih agar memilih pemimpin dengan rasionalitas yang bertumpu pada akal sehat bukan  atas dasar pemberian “uang”.

Dalam hal ini, almarhum Rachmat Gobel telah mewariskan paradigma politik yang bertumpu pada “kemurnian elektoral” yang semata-mata menyandarkan sumber suara dan pilihan yang berangkat dari hati nurani rakyat, bukan bersumber dari euforia politik pragmatis. Yang menarik adalah, almarhum Rachmat Gobel adalah politisi yang tidak berorientasi pada “kekuasaan”, tapi pada pengabdian. Hal itu sangat jelas tercermin dari sikapnya yang legowo dan tidak mentang-mentang. Jika saja beliau mau dan bersedia mencalonkan dalam setiap kali prosesi Pemilihan Gubernur di Gorontalo, sudah dapat dipastikan, ia akan terpilih dan duduk sebagai orang nomor satu di Provinsi Gorontalo.

Baca Juga :  Asupan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan

Namun ternyata beliau enggan dan nampaknya lebih enjoy, merasa lebih leluasa untuk mendedikasikan dharma baktinya untuk rakyat di luar panggung pemerintahan Provinsi. Pernah dalam sebuah diskusi dengan beliau pada awal terbentuknya Provinsi Gorontalo, saya kala itu menyampaikan permintaan, agar beliau maju sebagai calon Gubernur Gorontalo. Namun ternyata beliau tidak mencalonkan. Demikian juga, saat menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2024 lalu, saya pernah menyatakan kepada beliau, jika pak Rachmat Gobel maju sebagai calon Gubernur, maka saya tidak akan maju mencalonkan diri, tapi jika beliau tidak mencalonkan, maka saya yang akan mencalonkan diri sebagai Gubernur.

Lagi-lagi dalam perjalanannya, ternyata beliau tidak mencalonkan sehingga saya berani maju sebagai calon Gubernur. Dari sini sangat jelas terlihat, bahwa Rachmat Gobel memiliki prinsip politik yang elegan untuk memberikan kesempatan kepada kader pemimpin lainnya memimpin Gorontalo dan ia lebih memilih dengan tulus dan ikhlas mendukung, mensuport serta memberi penguatan terhadap program-program pemerintahan yang terpilih. Tujuannya hanya satu, yakni demi kemaslahatan rakyat dan kemajuan Gorontalo.

Dimensi Ketiga, Tidak Pernah melupakan Negeri Leluhur.  Semasa hidupnya almarhum Rachmat Gobel merupakan potret orang Gorontalo yang meski lahir dan dibesarkan di  Jakarta, dengan segala capaian kesuksesan yang diraihnya hingga memiliki jejaring mitra di dalam negeri dan di luar negeri, namun ia tidak pernah melupakan negeri leluhurnya.

Sikap ini patut menjadi contoh dan teladan bagi orang Gorontalo atau mereka  yang berdarah Gorontalo dan meraih sukses di negeri rantau. Dalam konteks ini, Rachmat Gobel sangat menghayati betul  nasehat mendiang kedua orang tuanya, Drs. H. Mohamad Thayeb Gobel dan sang Ibu Hj.Ani Nento Gobel yang berpesan kepadanya untuk tidak melupakan daerah leluhur Gorontalo.

Manifestasi kepeduliannya untuk Gorontalo, tidak hanya diwujudkan melalui berbagai bantuan pemberdayaan untuk masyarakat, maupun sumbangsih ide dan gagasan serta pemikiran untuk kemajuan Gorontalo, tapi lebih dari itu, almarhum Rachmat Gobel, juga menjunjung tinggi adat-istiadat dan tradisi yang diwariskan oleh leluhur Gorontalo. Bahkan ia tidak segan-segan memperkenalkan dan mempromosikan khasanah kekayaan budaya Gorontalo di kancah nasional. Ia juga memperkenalkan budaya Gorontalo kepada anak-anaknya beserta keluarga besarnya di Jakarta.

Dikutip dari laman Nasdemdprri.id (2022), Rachmat Gobel pernah mengatakan, melestarikan budaya Gorontalo baginya dan bagi keluarganya adalah kewajiban. “Budaya Gorontalo bagi kami adalah kewajiban dan amanah yang dititipkan para leluhur kami,” ujarnya usai menerima kunjungan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti di Rumah Adat Gobel Tapa, Gorontalo, Rabu (13/7/2022).

Tidak heran jika di Jakarta, ia membangun sebuah Sanggar Budaya Gorontalo yang khusus melakukan pementasan-pementasan seni-budaya Gorontalo. “Dimanapun kami tinggal, adat dan budaya Gorontalo harus dilestarikan,” ujarnya seperti dikutip dari laman nasdemdprri.id. Maka tidak mengherankan pula, jika Duwango Lo Adati Lo Hulontalo, menganugerahinya gelar adat (Pulanga) sebagai “Ti Bulilango Lo Hunggia” yang berarti “Cahaya untuk Negeri” pada tahun 2000 silam.

Selanjutnya, tidak lama setelah prosesi pemakamannya pada 10 Juli 2026, Duwango Lo Adati (Dewan Adat) Gorontalo kembali menganugerahinya gelar adat (Gara’i) “Taa Lo’o Lamahe Lipu”. Gelar kehormatan ini diputuskan melalui sidang adat dan diumumkan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian, jiwa, raga, serta harta yang dicurahkan almarhum untuk kemakmuran dan kemajuan masyarakat Gorontalo. Gara’i ini diberikan sebagai manifestasi penghargaan kepada sosok almarhum yang semasa hidupnya “Taa Lomaya lo Batanga” atau yang mengabdikan diri untuk kemajuan Gorontalo, “Taa lo Dungalo Nyawa” atau yang mempertaruhkan nyawa untuk negeri dan “Taa lo Tombulu lo Upango ode Lamahu Lipu” yang artinya yang mendermakan hartanya untuk kemakmuran negeri.

Semoga saja, segala bentuk sikap luhur yang telah dicontohkan oleh almarhum Rachmat Gobel dapat menjadi teladan bagi generasi Gorontalo,.khususnya mereka yang berada di negeri rantau untuk mendedikasikan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan dan masa depan Gorontalo. Jika saja seluruh keturunan Gorontalo yang sukses di negeri rantau, memiliki semangat yang sama dalam menjunjung tinggi negeri leluhur seperti yang dilakoni oleh almarhum Rachmat Gobel semasa hidupnya, bukan hal yang tidak mungkin, Gorontalo akan meraih lompatan kemajuan yang signifikan….(bersambung…!)

Tags: Nelson PomalingoProf Nelson PomalingoRachmad Gobel
Previous Post

Musim Kemarau, Direktur Perumda Kota Gorontalo Minta Warga Segera Laporkan Pipa Bocor

Next Post

Sugondo Apresiasi Karnaval TK/PAUD Limboto Meriahkan HUT RI

Related Posts

Dr. Husin Ali, S.Pd., M.A.P., CPOf.
Antropolog | Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo | Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Gorontalo
Perspektif

KOTA YANG MENCARI ANAK-ANAKNYA

Sabtu 15 Agustus 2026
Funco Tanipu (Founder The Gorontalo Institute)
Perspektif

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Selasa 28 Juli 2026
Perspektif

Ketika Benteng Pemberantasan Korupsi Ikut Diguncang, Siapa yang Menjaga Kepercayaan Publik?

Sabtu 11 Juli 2026
Perspektif

Evaluasi POLRI: Hentikan Abuse of Power dan Stop Tindakan Represif Oknum Polisi Terhadap Rakyat

Selasa 30 Juni 2026
Irwan Bempah saat menghadiri Penas Petani dan Nelayan Gorontalo
Perspektif

PENAS XVII Gorontalo : Lahirnya Gagasan Besar untuk Pertanian Indonesia

Kamis 25 Juni 2026
Perspektif

Alarm Revolusi: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Saatnya Kita Semua Mengambil Sikap Tegas

Kamis 11 Juni 2026
Next Post
Ratusan anak usia dini di Kecamatan Limboto mengapresiasikan cita-cita dalam momen Karnaval TK/PAUD se-Kecamatan Limboto. Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kamis (20/08/2026).

Sugondo Apresiasi Karnaval TK/PAUD Limboto Meriahkan HUT RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kampus Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO). Insert: Ramlan Pomolango.

    Benarkah Eks Dosen Dizalimi? UMGO Sebut Purna Tugas 1 Juli 2026, Ini Pengakuan Kuasa Hukum Ramlan Pomolango

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Tolak Aktivitas PT Celebes Bone Mineral, Deprov Gorontalo Jadwalkan RDP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polresta Gorontalo Kota Sabet Penghargaan Pelayanan Prima (A) dari Kapolri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pusat Studi Kepolisian, UNG dan Polda Gorontalo Perkuat Kolaborasi Akademik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yakub Tangahu Ditunjuk Jadi Plh Ketua KONI Provinsi Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.