GOPOS.ID, GORONTALO – Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual dalam mengawal arah kebijakan daerah, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (BEM UNG) 2025 melakukan audiensi bersama Gubernur Gorontalo. Pertemuan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk menyuarakan kepedulian terhadap tata kelola sumber daya alam (SDA) di Provinsi Gorontalo, yang hingga kini masih menyimpan berbagai konflik kepentingan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden BEM UNG, Surya Reksa Umar, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus lebih jeli dan berpihak pada kepentingan rakyat dalam mengambil kebijakan di seluruh sektor, terutama sektor pertambangan dan pengelolaan SDA. “Sebagai kaum intelektual, kami tidak hanya hadir sebagai pengkritik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong lahirnya kebijakan yang adil, partisipatif, dan berkelanjutan. Melalui BEM UNG Kabinet Merah Putih, kami akan terus mengawal proses ini lewat kegiatan Eastern Indonesian Student Leaders Summit (EISLS) 2025,” ujar Surya Reksa Umar.
Lebih lanjut, Wakil Presiden BEM UNG, Gufran Yajitala, menjelaskan bahwa kegiatan EISLS 2025 merupakan manifestasi konkret dari komitmen tersebut. “EISLS akan terdiri dari tiga rangkaian kegiatan besar. Pertama, Lomba Policy Brief Tingkat Nasional untuk menumbuhkan budaya riset mahasiswa terkait isu strategis pengelolaan SDA yang berkeadilan. Kedua, Seminar Nasional yang melibatkan BEM se-Indonesia Timur serta organisasi eksternal seperti Cipayung Plus dan Organda di Provinsi Gorontalo, sebagai ruang menyatukan pandangan terhadap kebijakan SDA yang berbasis ilmu pengetahuan. Ketiga, FGD BEM se-Indonesia Timur yang menjadi puncak kegiatan, membahas persoalan SDA di tiap provinsi guna memperkuat konsolidasi lintas kampus,” jelasnya.

Menurut Gufran, konsolidasi ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi langkah nyata dalam menguatkan peran mahasiswa sebagai agent of change yang memiliki nilai moral, tanggung jawab sosial, dan kapasitas intelektual dalam mengawal kebijakan publik.
Gubernur Gorontalo dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada BEM UNG atas kepedulian dan kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BEM UNG karena tetap memegang peran strategis sebagai pengkritik yang konstruktif sekaligus mitra pemerintah daerah dalam pengawalan kebijakan yang berbasis pada kajian ilmiah. Pemerintah daerah akan selalu terbuka terhadap masukan dan kolaborasi mahasiswa demi pembangunan Gorontalo yang lebih berkelanjutan,” ujar Gubernur.
Sebagai penutup, Surya Reksa Umar menegaskan bahwa hasil dari audiensi dan rangkaian kegiatan yang direncanakan BEM UNG tidak akan berhenti di tingkat daerah saja. “Hasil dari kegiatan ini akan kami perjuangkan hingga ke pemerintah pusat, agar mereka memahami bahwa konflik pengelolaan sumber daya alam di berbagai daerah harus diselesaikan dengan kebijakan yang adil, partisipatif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan berbasis ekologis,” tutupnya.
Audiensi ini menjadi tonggak penting kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam membangun Gorontalo yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berdaulat atas sumber daya alamnya. (Putra/Gopos)








