GOPOS.ID, GORONTALO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Gorontalo kembali menyalurkan bantuan bagi pekerja sektor transportasi melalui program ganti oli gratis tahap II, Sabtu (11/4/2026). Sebanyak 100 pengemudi bentor dan ojek daring menjadi sasaran program yang digelar di Kantor Baznas Kota Gorontalo tersebut.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-298 Kota Gorontalo, sekaligus respons terhadap kebutuhan pekerja informal yang bergantung pada kendaraan sebagai sumber penghasilan harian. Di tengah tekanan biaya operasional, bantuan sederhana seperti penggantian oli dinilai relevan untuk menjaga produktivitas mereka.
Ketua Baznas Kota Gorontalo Husain Rauf mengatakan, program ini bersumber dari Baznas RI dengan nilai manfaat sekitar Rp50.000 per penerima. Selain itu, Baznas Kota Gorontalo menambahkan paket sembako dan deterjen cair melalui dukungan Dinas Kesehatan setempat.
“Program ini menyasar pengemudi bentor, Grab, dan Maxim yang setiap hari menggantungkan pendapatan dari kendaraan mereka,” kata Husain.
Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang digelar menjelang Hari Raya dengan jumlah penerima yang sama. Dari total 5.000 paket bantuan Baznas RI secara nasional, Kota Gorontalo kembali memperoleh alokasi pada tahap kedua, bahkan berpeluang berlanjut.
Bagi Baznas, intervensi ini tidak semata bantuan sosial, tetapi juga bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat lapis bawah. Bantuan operasional, meski terbatas, diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran harian pekerja.
“Semoga apa yang kita laksanakan hari ini menjadi wujud kemanusiaan dan kepedulian Pemerintah Kota Gorontalo melalui Baznas. Mudah-mudahan bermanfaat serta dapat membantu menekan inflasi di Kota Gorontalo,” ujar Husain.
Ke depan, Baznas Kota Gorontalo berencana memperluas program pemberdayaan, termasuk pembangunan Rumah Layak Huni serta peningkatan jangkauan bantuan bagi kelompok rentan. Upaya ini ditempuh melalui koordinasi berkelanjutan dengan Baznas RI agar intervensi sosial tidak berhenti pada bantuan jangka pendek, tetapi berlanjut pada penguatan kesejahteraan masyarakat.(Winang/Mg-Gopos)








