GOPOS.ID, GORONTALO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gorontalo Kota menemukan sejumlah becak motor (bentor) yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Sebagian penumpang bahkan merupakan siswa.
Temuan tersebut terjadi saat petugas melakukan kegiatan penertiban lalu lintas di sejumlah ruas jalan di Kota Gorontalo, Senin (14/9/2026).
Dalam pantauan petugas, sejumlah siswa tidak hanya duduk di tempat penumpang, tetapi juga hingga berada di bagian tempat kaki. Bahkan, terdapat siswa yang berada di bagian belakang bentor.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengemudi maupun penumpang. Beban berlebih dapat memengaruhi kestabilan kendaraan, terutama ketika melakukan pengereman mendadak maupun saat melewati tikungan.
Petugas kemudian memberikan teguran dan edukasi kepada pengemudi bentor. Sebagian penumpang juga diminta turun dan melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi lainnya.
Kasat Lantas Polresta Gorontalo Kota, AKP Nurmaya Kasim, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas.
“Keselamatan berlalu lintas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Kami tidak melarang mencari rezeki, tetapi aturan keselamatan harus diutamakan,” ujar Nurmaya, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, bentor memiliki kapasitas tertentu sehingga tidak seharusnya digunakan untuk mengangkut penumpang secara berlebihan.
“Bentor itu didesain untuk kapasitas tertentu, bukan untuk mengangkut penumpang berdesak-desakan hingga membahayakan kestabilan kendaraan,” jelasnya.
Selain menemukan bentor yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas, petugas juga mendapati sejumlah pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan kaca spion.
Temuan itu terjadi saat polisi melakukan pengamanan di jalur sekitar Mapolresta Gorontalo Kota.
Para pengendara yang tidak menggunakan kaca spion kemudian diminta untuk memasangnya kembali. Polisi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya kelengkapan kendaraan dalam menunjang keselamatan berkendara.
Nurmaya menegaskan, pendekatan humanis masih menjadi langkah awal dalam penertiban terhadap pelanggaran lalu lintas yang ditemukan petugas.
“Kami sudah memberikan teguran humanis dan edukasi kepada para pengemudi yang melanggar. Jika ke depan masih ditemukan pelanggaran serupa yang berulang dan berpotensi menimbulkan kecelakaan, tentu kami akan mengambil tindakan sanksi tilang,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya pengemudi bentor, agar tidak memaksakan membawa penumpang dalam jumlah berlebihan hanya untuk mengangkut lebih banyak orang dalam satu perjalanan.
“Keselamatan pengemudi dan penumpang harus menjadi yang utama,” pungkasnya. (Rama/Gopos)







