GOPOS.ID, TILAMUTA – Kabupaten Boalemo kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang kesehatan.
Berdasarkan hasil evaluasi terbaru, Boalemo berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan dan kini masuk dalam indeks 10 besar kabupaten dengan capaian kesehatan terbaik di Provinsi Gorontalo.
Capaian tersebut berada di angka 50 persen, menunjukkan peningkatan nyata dalam kualitas layanan dan program kesehatan masyarakat, Gedung Nur Afifah Gaffar Boalemo Convention Center, Rabu (12/11/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, mengungkapkan penurunan angka stunting ini merupakan hasil kerja keras bersama seluruh pihak, baik pemerintah daerah, tenaga kesehatan, maupun masyarakat. Menurutnya, upaya terintegrasi yang dilakukan melalui berbagai program kesehatan telah memberikan dampak yang signifikan terhadap perbaikan gizi anak dan ibu hamil di daerah tersebut.
“Capaian 50 persen ini menjadi bukti program intervensi gizi yang kami jalankan selama ini mulai menunjukkan hasil. Penurunan angka stunting di Boalemo tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor, mulai dari desa, puskesmas, hingga dukungan penuh dari pemerintah daerah,” jelas Sutriyani.
Lebih lanjut, ia menjelaskan berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk menekan angka stunting, di antaranya peningkatan akses layanan kesehatan ibu dan anak, pemberian makanan tambahan bergizi, serta edukasi tentang pentingnya pola asuh dan gizi seimbang.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga memperkuat program “Gerakan Boalemo Sehat” yang menjadi payung bagi kegiatan promotif dan preventif di seluruh kecamatan.
Program tersebut turut melibatkan kader posyandu dan bidan desa yang secara rutin memantau pertumbuhan anak di setiap wilayah. Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai efektif karena memberikan pendampingan langsung kepada keluarga, khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
Sutriyani menambahkan, keberhasilan Boalemo masuk dalam 10 besar indeks kesehatan tidak hanya diukur dari penurunan stunting, tetapi juga dari peningkatan berbagai indikator lainnya seperti cakupan imunisasi, kesehatan lingkungan, dan pelayanan dasar di fasilitas kesehatan.
“Kami tidak hanya fokus pada penurunan stunting, tapi juga memastikan seluruh masyarakat Boalemo mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Target kami mempertahankan tren positif ini dan terus meningkatkan capaian kesehatan di atas 50 persen pada tahun mendatang,” tutup Sutriyani.(Yusuf/Gopos)








