GOPOS.ID – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon (PMDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi menyampaikan pergerakan aliran dana asing (foreign flow) di pasar modal Indonesia merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Ia menyebut berbagai faktor itu di antaranya risiko geopolitik, arah kebijakan suku bunga global, serta preferensi investor terhadap aset di emerging markets.
“Karena itu, arus dana asing perlu dilihat dalam konteks global dan tidak semata-mata mencerminkan fundamental pasar modal Indonesia,” ujar Hasan sebagaimana jawaban tertulis konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2026 di Jakarta, Rabu.
Meskipun secara kumulatif sejak awal tahun investor asing masih membukukan net sell senilai Rp95,06 triliun di pasar saham domestik.
Hasan mencermati bahwa perkembangan pada periode terakhir menunjukkan kondisi pasar yang semakin stabil dengan tekanan jual asing yang mulai mereda.
Pada periode 13 hingga 17 Juli 2026, OJK mencatat secara agregat tercatat net buy asing sebesar Rp440 miliar.
“Pada saat yang sama, investor domestik tetap memiliki peran penting dalam menjaga likuiditas dan stabilitas pasar,” ujar Hasan.
Ke depan, Hasan memastikan OJK bersama SRO terus memperkuat daya saing pasar modal Indonesia melalui implementasi reformasi yang berkelanjutan, termasuk peningkatan transparansi, kualitas disclosure, penguatan tata kelola, serta integritas pasar.
Langkah-langkah kebijakan yang akan diterapkan oleh OJK, diantaranya :
- Penguatan transparansi dan kualitas data kepemilikan saham untuk mendukung penentuan free float dan meningkatkan kualitas investability pasar.
- Melakukan penyempurnaan metodologi asesmen HSC serta efektivitas pengawasan terhadap aktivitas perdagangan dan risiko konsentrasi kepemilikan melalui analisis berbasis data.
- Menyempurnakan berbagai ketentuan pasar modal untuk meningkatkan likuiditas, efisiensi, dan pendalaman pasar.
- Memperkuat engagement dengan investor institusi global maupun global index providers guna menyampaikan perkembangan reformasi pasar modal Indonesia secara tepat waktu dan transparan.
- Mendorong peningkatan kualitas emiten melalui penguatan aspek tata kelola, keterbukaan informasi, dan pelindungan investor.
“Inisiatif-inisiatif reformasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan investability pasar modal Indonesia dan semakin memperkuat kepercayaan investor, sehingga dapat menarik investasi yang semakin berkualitas dan berkelanjutan baik dari investor domestik maupun investor global,” ujar Hasan. (ANTARA)







