No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Aksi Polres Boalemo Lawan PETI: Cermin Retak untuk Polres Pohuwato

redaksi by redaksi
Kamis 9 Oktober 2025
in Gorontalo
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO – Langkah tegas Kepolisian Resor (Polres) Boalemo dalam memberantas pertambangan ilegal alias Penambangan Tanpa Izin (PETI) bukan sekadar penegakan hukum—ia menjadi tamparan keras bagi Polres Pohuwato yang terkesan abai.

Cermin ketegasan itu memantulkan kontras yang menyakitkan: satu bergerak, yang lain membisu. Ketika Polres Boalemo menetapkan standar keberanian, Pohuwato justru memperlihatkan wajah yang enggan bertanggung jawab. Publik pun bertanya—di mana komitmen, dan mengapa diam?”

Polres Boalemo tidak sedang sandiwara. Operasi penertiban yang digelar pada Selasa (7/10/2025) di Kecamatan Paguyaman adalah bukti nyata bahwa mereka tidak sekadar bicara, tapi bertindak. Dipimpin langsung oleh Kabag Ops AKP Pomil Montu, S.H., aparat menyisir dua desa pusat aktivitas PETI: Desa Batu Kramat dan Desa Saripi.

Ini bukan penegakan hukum yang datang setelah tekanan publik—ini adalah langkah proaktif yang menunjukkan keberanian institusi. Di lapangan, skala kejahatan lingkungan yang terungkap sangat mencengangkan: ratusan pekerja, puluhan hektar lahan rusak, dan lubang tambang yang menganga tanpa kendali. Aparat tidak datang untuk basa-basi. Mereka menyita blower, terpal, karung material—alat-alat yang selama ini menjadi simbol pembiaran.

Baca Juga :  12 Jam Fikram Beri Keterangan di Kejati Gorontalo

Pesan yang dikirim sangat jelas dan tak bisa ditawar: Boalemo bukan tempat bagi penambang ilegal. Di saat daerah lain masih sibuk berdalih dan bersembunyi di balik prosedur, Polres Boalemo justru menunjukkan bahwa penegakan hukum bukan soal retorika, tapi soal keberanian.

Sekarang kita ke daerah tetangga, Pohuwato. Ketika cermin ketegasan diarahkan ke sana, yang terpantul bukan wajah penegakan hukum, melainkan potret kelalaian yang kronis. Empat tahun bukan waktu yang sebentar. Ratusan lubang tambang ilegal dibiarkan menganga, merusak ekosistem tanpa tindakan penertiban yang berarti.

Kondisi ini begitu nyata hingga Kejaksaan Tinggi Gorontalo harus turun tangan, mengambil alih laporan masyarakat terkait salah satu operasi PETI terbesar di wilayah itu. Fakta ini bukan hanya memalukan, tapi juga mengindikasikan bahwa fungsi dasar kepolisian resor sebagai garda terdepan penegakan hukum telah lumpuh.

Di saat Boalemo menunjukkan bahwa keberanian dan integritas bisa berjalan beriringan, Pohuwato justru memperlihatkan betapa dalamnya jurang pembiaran. Dalam konteks kejahatan lingkungan, diam bukanlah pilihan netral—diam adalah bentuk keterlibatan pasif yang sama berbahayanya dengan pelaku utama.

Baca Juga :  Tracking Covid, Personel Polres Pohuwato Dites Antigen

Komitmen yang ditunjukkan Polres Boalemo seharusnya menjadi bahan introspeksi mendalam bagi jajaran Polres Pohuwato. Apakah mereka kekurangan sumber daya? Atau jangan-jangan, yang kurang adalah kemauan dan keberanian untuk melawan para cukong tambang yang mungkin memiliki beking kuat. Pertanyaan ini terus menggema di ruang publik.

Bagi masyarakat, perbedaan ini sangat signifikan. Di Boalemo, masyarakat melihat polisi sebagai pelindung. Di Pohuwato, masyarakat melihat polisi sebagai institusi yang tidak bisa diandalkan. Kepercayaan adalah modal utama kepolisian, dan tampaknya Polres Pohuwato telah kehilangan modal berharga tersebut.

Cermin dari Boalemo ini seharusnya tidak hanya dilihat, tetapi juga dijadikan pelajaran. Penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan adalah mandat yang tidak bisa ditawar. Jika Polres Pohuwato tidak segera bercermin dan memperbaiki kinerjanya, maka jangan salahkan publik jika mereka selamanya dicap sebagai aparat yang gagal menjalankan tugasnya.(*/gopos)

Tags: Kejati GorontaloPerspektifPETIPolres BoalemoPolres Pohuwato
Previous Post

Pembangunan Rabat Beton TMMD ke-126 di Gorontalo Mulai Dikerjakan, Warga Antusias!

Next Post

Wabub Nurjana Tindaklanjut Usulan 1.071 PPPK Gorontalo Utara ke BKN

Related Posts

Ilustrasi kantor Kejati Gorontalo.(foto dok Putra/gopos)
Gorontalo

Eks Kadis Kominfo Datangi Kejati Gorontalo, Penyidikan Korupsi Command Center Terus Bergulir

Kamis 23 Juli 2026
Gorontalo

Bulog Gorontalo Perketat Pengawasan, Kenaikan Harga Beras 0,62 Persen Diantisipasi

Rabu 22 Juli 2026
Gorontalo

Syarif Mbuinga Gagas Program “Jaksa Jaga Guru” 

Rabu 22 Juli 2026
Gorontalo

Syarif Mbuinga Fokus Perjuangkan Guru ASN dan Infrastruktur Sekolah

Selasa 21 Juli 2026
Gorontalo

Harapan Ketum BAKORPUS untuk BAKORDA HIPMI PT Gorontalo

Selasa 21 Juli 2026
Tersangka RI selaku KPA dan DZA selaku pelaksana proyek saat diborgol aparat Kejari Bone Bolango.(F. Istimewa)
Gorontalo

Korupsi Jalan Irigasi di Pinogu Rp3,3 Miliar, Kejari Bone Bolango Tahan Tiga Tersangka

Selasa 21 Juli 2026
Next Post

Wabub Nurjana Tindaklanjut Usulan 1.071 PPPK Gorontalo Utara ke BKN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Tersangka RI selaku KPA dan DZA selaku pelaksana proyek saat diborgol aparat Kejari Bone Bolango.(F. Istimewa)

    Korupsi Jalan Irigasi di Pinogu Rp3,3 Miliar, Kejari Bone Bolango Tahan Tiga Tersangka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kejati Tahan Tiga Tersangka Korupsi Command Center Diskominfo Gorontalo, Kerugian Capai Rp1,3 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Kadis Kominfo Datangi Kejati Gorontalo, Penyidikan Korupsi Command Center Terus Bergulir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cabuli Staf Desa, Oknum Mantan Kades di Pohuwato Ditahan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eks Kadis Kominfo Gorontalo Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Command Center 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.