No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Peran Ilmu Forensik dalam Mengungkap Kejahatan

Admin by Admin
Kamis 21 November 2019
in Perspektif
0
82
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

JIKA mendengar kata forensik masyarakat langsung berasumsi kedokteran forensik dan berhubungan dengan mayat. Sejatinya forensik berasal dari kata forum atau debat, apa yang di perdebatkan adalah bentuk dari masalah ilmiah yang muncul.

Di era moderen ini perkembangan teknologi sangat pesat sehingga angka kejahatan pun meningkat dengan drastis dan ilmu forensik pun berkembang untuk mengimbangi dampak negatif dari perkembangan zaman, seperti halnya kimia forensik, biologi forensik, fisika forensik.

Dalam beberapa dekade terakhir aksi kejahatan terorisme berkembang dengan sangat cepat hal ini di karenakan imbas dari teknologi yang semakin canggih. Seperti halnya bom bunuh diri yang terjadi pada polrestabes medan, tak tanggung-tanggung hanya bermodalkan baterai berkekuatan 9 volt dan plat besi metal, pelaku mampu melukai 6 orang dan mungkin bisa fatal jika pelaku memasuki gedung dan meledakan diri.

Aksi terorisme sendiri sudah tidak asing lagi bagi masyarakat indonesia,aksi yang berawal dari bom bunuh diri di bali ini terus berkembang. Pada kasus bom bali yang di gunakan adalah jenis tnt 1 kg dan rdx 50-150 kg yang memakan korban 202 jiwa dan 209 luka-luka.

Kemudian juga jenis TATP yang di juluki mother of satan, TATP merupakan bom kimia yang sangat sensitiv terhadap suhu udara di atas 86 derajat celcius serta gesekan atau benturan pada kasus bom di siduarjo dan masih banyak lagi kasus terorisme.

Baca Juga :  BUNUH DIRI TAK MENYELESAIKAN MASALAH

Akan tetapi dari beberapa  kasus di atas kita bisa menyimpulkan bahwasannya teknologi pelaku terorisme terus berkembang dengan memakai bahan-bahan kimi, dan juga harus kita perhatikan adalah daya intelektual dari pelaku teroris.

Bahkan mungkin diantara pelaku ada yang bergelar akademik sehingga mampu menciptakan bom dari bahan kimia yang mempengaruhi sistem dan organ tubuh manusia.

Untuk menangani tindakan-tindakan terorisme sudah sepatutnya pula penegak hukum melalui SDM merekrut orang yang ahli dalam penanganan aksi teror bom. Yaitu kimia biologi forensik serta balistik dan  metalurugi yang mempelajari tentang senjata.hingga saat ini perekrutan SDM tenaga ahli masih minim dan masih terfokus pada kedokteran forensik dan menyampingkan tenaga ahli yang lain. Sehingga untuk mengimbangi aksi terorisme pemerintah sedikit kewalahan.

Tidak mau kalah dengan aksi terorisme tindakan korupsi pun merajalela di indonesia tak main-main para pelaku tipikor yang tertangani mencapai kerugian 200 triliun. Dan berimbas pada rencana pembangunan nasional, masih hangat hangatnya kebijakan pemerintah tentang kenaikan iuran BPJS malah timbul kasus terbaru dari tipikor. Yaitu klaim dana BPJS sebesar 7,7 miliar oleh mantan kepala RSUD lembang tersangka mengklaim dana sebesar 11,4 miliar dan yang di setorkan dalam  kas daerah hanya sebesar 3,7 miliar. Hal ini sangat mempengaruhi defisit pada kas daerah yang berimbas pada merosotnya rencana pembangunan dan kebijakan pemerintah. Dalam menangani korupsi sendiri harus di lakukan ahli audit forensik untuk mencari fraud atau kecurangan dalam data anggaran yang ada.

Baca Juga :  Apakah Biaya Pendidikan Dasar (TK dan SD) di Jepang benar-benar Gratis?

Dalam memberantas korupsi juga sudah seharusnya pemerintah merekrut orang yang mempunyai keahlian dalam melakukan audit dan di masukan kedalam lembaga-lembaga pemerintahan. Jika hanya mengandalkan KPK kasus korupsi tetap akan terjadi. Karena KPK sendiri sampai saat ini hanya menginvestigasi dan menangkap. Bukan mencegah tindakan korupsi itu terjadi, dan hingga kini tidak pernah tersiar di berita   bahwa pemerintah berhasil menggalkan korupsi.

Jika pemerintah mampu menggagalkan dan menyelamatkan dana korupsi bukankah ini lebih baik di banding menangkap terpidana korupsi?

Untuk memerangi aksi terorisme dan korupsi di indonesia sudah sepatutnya pemerintah meningkatkan SDM dengan merekrut orang yang ahli di bidang fisika forensik, kimia forensik, biologi forensik dan audit forensik yang benar-benar mempelajari tentang fenomena kejahatan yang ada. Namun masalahnya di indonesia hanya ada satu prodi yang murni mempelajari ilmu forensik yaitu S2 ilmu forensik di pasca sarjana universitas Airlangga di surabaya.

penulis: Mohammad Abdul Rahman Usman S.Tr.Kep

Mahasiswa program studi ilmu forensik, Pasca Sarjana Universitas Airlangga

Tags: GorontaloIlmu ForensikKejahatan
Previous Post

Deprov Gorontalo Desak BPJS Lunasi Klaim di RSAS

Next Post

PAUD Damhil Semarakkan Gerakan Edukasi Makan Ikan Cegah Stunting

Related Posts

Perspektif

Biografi Azis Rachman: Meniti Jalan Pengabdian dan Kepemimpinan

Sabtu 2 Mei 2026
Perspektif

Menuju Pengajaran Bahasa Inggris Inklusif: Lepas dari Belenggu “Native-Like”

Jumat 24 April 2026
Perspektif

TRAGEDI KEADILAN DAN PARADOKS NEGARA HUKUM: KETIKA PEMBELAAN DIRI DIPIDANAKAN

Rabu 22 April 2026
Perspektif

RTH Penting, Tetapi Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Basah Korupsi

Sabtu 4 April 2026
Perspektif

Di Persimpangan Jalan Idealisme dan Realistis, Tetaplah di Garis Marhaen GMNI

Senin 23 Maret 2026
Perspektif

TUMBILOTOHE GORONTALO DIMENSI SPIRITUAL, KULTURAL DAN EKONOM

Kamis 19 Maret 2026
Next Post

PAUD Damhil Semarakkan Gerakan Edukasi Makan Ikan Cegah Stunting

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono didampingi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

    Gorontalo Bersiap Sambut Presiden Prabowo, 1.700 Personel Gabungan Disiagakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kampung Nelayan yang Akan Diresmikan Prabowo Besok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampung Nelayan di Leato Selatan Jadi yang Pertama Dikunjungi Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terkini KNMP Leato: Pengamanan Diperketat Jelang Kunjungan Presiden Prabowo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor Cabang BTN Gorontalo Terima Kunjungan Anggota DPR RI, Rachmat Gobel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook Icon-x Youtube Instagram Icon-ttk

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.