GOPOS.ID, UNBITA – Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui partisipasi aktif dosennya pada forum akademik tingkat nasional. Dosen Program Studi Arsitektur UNBITA, Resza Rachmadyanti, mengikuti Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI) Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, 4–5 Agustus 2026, di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (UNHAS), Makassar.
Keikutsertaan tersebut tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga mengemban amanah sebagai anggota Kelompok Kerja (Pokja) Kurikulum dan Studio Arsitektur, yang menjadi salah satu tim strategis dalam merumuskan arah pengembangan pendidikan arsitektur di Indonesia.
RAKERNAS APTARI 2026 mempertemukan para akademisi, Praktisi, ketua program studi, , serta pemangku kepentingan pendidikan arsitektur dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan kebijakan, memperkuat kolaborasi antar institusi, serta menyusun berbagai rekomendasi dalam pengembangan kurikulum, pembelajaran studio, dan peningkatan kualitas lulusan arsitektur agar selaras dengan kebutuhan dunia profesi dan perkembangan global.
Sebagai perwakilan UNBITA, Resza Rachmadyanti terlibat aktif dalam pembahasan berbagai isu strategis, mulai dari penyempurnaan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, penguatan metode pembelajaran studio, hingga penyusunan rekomendasi yang akan menjadi acuan bagi program studi arsitektur di Indonesia.
“Keikutsertaan dalam RAKERNAS APTARI menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring akademik, sekaligus berkontribusi dalam penyusunan arah pengembangan pendidikan arsitektur secara nasional. Hasil pembahasan ini tentu akan menjadi referensi penting bagi pengembangan Program Studi Arsitektur Universitas Bina Taruna Gorontalo ke depan,” ujar Resza
Partisipasi aktif dosen UNBITA dalam forum nasional tersebut menjadi bukti komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat jejaring akademik, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat.
Melalui keterlibatan langsung dalam Pokja Kurikulum dan Studio Arsitektur, Universitas Bina Taruna Gorontalo diharapkan mampu mengimplementasikan berbagai hasil dan rekomendasi RAKERNAS APTARI 2026 dalam pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, UNBITA terus mendorong dosen untuk aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi profesi dan forum ilmiah nasional sebagai bagian dari upaya membangun pendidikan tinggi sekaligus memperkuat posisi Program Studi Arsitektur sebagai salah satu program studi yang terus berkembang di kawasan timur Indonesia. (Rama/Gopos)








