No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Harga Produk Anjlok, Daya Beli Petani Hortikultura Gorontalo Melemah

Hasan by Hasan
Rabu 5 Agustus 2026
in Gorontalo
0
Foto: Rica atau Cabai Rawit di Pasar Sabtu Andalas Kota Gorontalo (Sabtu/10/1/2026) (Rama/Gopos)

Foto: Rica atau Cabai Rawit di Pasar Sabtu Andalas Kota Gorontalo (Sabtu/10/1/2026) (Rama/Gopos)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, GORONTALO – Daya beli petani hortikultura di Gorontalo pada Juli 2026 melemah dibandingkan Juni 2026. Situasi tersebut dipicu oleh menurunnya pendapatan yang diterima seiring penurunan harga jual produk yang dihasilkan.

Penurunan daya beli petani tersebut tercermin pada Nilai Tukar Petani (NTP) yang diukur Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo. Pada Juli 2026, NTP tercatat sebesar 123,19 atau turun 5,99 persen dibandingkan NTP Juni 2026 yang sebesar 131,04. “Penurunan ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayarkan petani, kedua-duanya mengalami penurunan,” kata Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Agus Sudibyo.

Indeks harga yang diterima petani di Gorontalo pada Juli 2026 tercatat sebesar 158,63 atau menurun 7,74 persen dibandingkan Juni 2026. Demikian pula indeks harga yang dibayarkan petani pada Juli 2026 sebesar 128,77 atau menurun 1,86  persen dibandingkan Juni 2026.

Penurunan NTP terdalam terjadi pada subsektor tanaman hortikultura yang mencapai 43,92 persen. Meski subsektor lainnya seperti tanaman pangan, perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan mengalami kenaikan, besaran kenaikan tersebut masih lebih kecil dengan angka penurunan yang terjadi pada subsektor tanaman hortikultura.

Baca Juga :  Inflasi Tahunan Gorontalo Tembus 4,77 Persen, Lampaui Target Nasional

Agus Sudibyo menjelaskan, komoditas yang mengalami penurunan pada indeks yang diterima petani adalah cabai rawit dan cabe merah. Dalam rentang Juli 2026, harga cabai rawit dan cabe merah mengalami penurunan. Hal ini berdampak terhadap pendapatan atau hasil penjualan yang diperoleh petani. “Harga produk mereka turun, sehingga uang yang didapatkan ikut pula menurun,” terang Agus Sudibyo.

Di sisi lain, komoditas yang mengalami penurunan indek harga yang dibayarkan petani adalah cabai rawit dan cabe merah. Hal ini dapat dipahami, uang yang dibelanjakan petani untuk mengkonsumsi produk cabe merah dan cabai rawit juga ikut menurun.

“Tetapi penurunan harga jual produk lebih besar dibandingkan konsuminya. Jadi kalau harga jualnya turun 7,74 persen, harga beli konsumsinya hanya turun 1,86 persen. Makanya NTP turunnya jauh,” urai Agus Sudibyo.

Baca Juga :  Rencananya, Pemprov akan Pusatkan Gebyar Ketupat di Atinggola

Harga komoditas hortikultura terutama cabai rawit dan tomat di Gorontalo pada Juli 2026 relatif menurun dibandingkan Juni 2026. Di tingkat pasar tradisional harga cabai rawit berkisar Rp40-60 ribu per kilogram. Sementara harga tomat berada di kisaran Rp10-12 ribu per kilogram. Berbeda dengan situasi Juni 2026. Harga cabai rawit berada di kisaran Rp100-120 ribu per kilogram. Sedangkan tomat sempat menyentuh di angka Rp30 ribu per kilogram.

Sementara dilihat dari nilai tukar usaha pertanian (NTUP)—yang perhitungannya menghilangkan konsumsi petani dengan rumus: harga jual dibagi biaya produksi dan penambahan modal—maka penurunannya lebih dalam lagi yakni sekitar 6,71 persen. Situasi ini disebabkan penurunan yang cukup dalam pada subsektor hortikultura.

“Jadi bukan rugi karena NTPnya berada di atas 100, hanya saja dapat dipahami bahwa pendapatan yang dimiliki petani lebih kecil dari bulan kemarin,” kata Agus Sudibyo.

Di Sulawesi, NTP Gorontalo berada di urutan ketiga terbesar setelah Sulawesi Barat (130,08) dan Sulawesi Utara (129,56).(hasan/gopos)

Tags: Deflasi GorontaloHarga CabaiInflasi GorontaloNTPNTP Gorontalo
Previous Post

Program Studi Arsitektur UNBITA Ambil Peran Strategis di RAKERNAS APTARI 2026, Perkuat Pengembangan Kurikulum Nasional

Next Post

RSUD Ainun Habibie Bangun Fasilitas Radioterapi Pertama di Gorontalo, Perkuat Layanan Kanker Regional

Related Posts

Rapat persiapan pelaksanaan Musda IKADIN ke-2. foto istimewa
Gorontalo

Panitia Matangkan Persiapan Musda II IKADIN Gorontalo

Sabtu 19 September 2026
Gorontalo

Antrean Pertalite Mulai Terurai, SPBU Gorontalo Berangsur Normal

Sabtu 19 September 2026
Satu unit excavator saat di amankan di Polres Pohuwato, Sabtu (19/09/2026) (Istimewa)
Gorontalo

Polres Pohuwato Amankan Excavator yang Diduga Hendak Dipakai di Lokasi PETI Hulawa

Sabtu 19 September 2026
Gorontalo

HIPMI Gorontalo Dukung Musprov V Kadin Gorontalo, Ulie Anwar: Siapapun Terpilih Harus Saling Merangkul

Sabtu 19 September 2026
Kepala Cabang Astra Daihatsu Gorontalo, Lesly Allen Siahaya (tengah), dan Supervisor Astra Daihatsu Gorontalo, Ahmad (kanan) berpose bersama mitra dan pemateri edukasi penguatan UMKM dalam kegiatan Gebyar Merdeka dan Bazar UMKM Astra Daihatsu Gorontalo, Sabtu (19/9/2026)
Gorontalo

Astra Daihatsu Gorontalo Hadirkan Promo Gebyar Merdeka, Hadiah Mobil dan Saldo Ratusan Juta

Sabtu 19 September 2026
Gorontalo

Kebakaran Lahan di Bondawuna Berhasil Dipadamkan, Tim Gabungan Siaga Cegah Api Meluas

Sabtu 19 September 2026
Next Post

RSUD Ainun Habibie Bangun Fasilitas Radioterapi Pertama di Gorontalo, Perkuat Layanan Kanker Regional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Dua Mahasiswa Buol Diciduk Polisi Usai Lecehkan Mahasiswi di Kos-kosan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Mantri BRI Pohuwato Dituntut 15 Tahun Penjara Denda Rp200 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Direktur RS Ainun Bantah Selingkuh Bersama Staf

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Staf Eks Direktur RS Ainun Habibie Diberhentikan Sementara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Astra Daihatsu Gorontalo Hadirkan Promo Gebyar Merdeka, Hadiah Mobil dan Saldo Ratusan Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.