GOPOS.ID. GORONTALO – Prestasi membanggakan ditorehkan Pramuka Ambalan Ir. Awad Rachman – Hj. Hasmin Modanggu, Pangkalan SMK Bina Taruna Gorontalo.
Dalam keikutsertaan perdananya pada ajang kompetisi kepramukaan, Pramuka SMK Bina Taruna langsung menyabet dua gelar juara 1 pada Scout Skill Competition yang digelar SMA Negeri 4 Kota Gorontalo, Sabtu (12/9/2026).
Kompetisi tersebut diikuti oleh perwakilan SMA, SMK, dan MA se-Kota Gorontalo. Pramuka SMK Bina Taruna mengikuti dua cabang perlombaan dan berhasil meraih juara pertama pada keduanya.
Dua kategori tersebut yakni Miniatur Pionering serta lomba pengiriman pesan menggunakan Semafor, Morse, dan Sandi.
Capaian tersebut diraih oleh 14 anggota Pramuka yang membawa nama Pangkalan SMK Bina Taruna Gorontalo. Mereka terdiri dari Muh. Saiful Hamdi P. Hasan, Moh. Rizki Bataweya, Daniel Kalengkongan, Naila Ilham Iklam, Hadidjah Ahmad, Febriyora Cahya A. Iti, Moh. Rivai Mateka, Ainun Amelia Dau, Nazla R. Buloto, Syifaul Toliu, Zivilia Zahra S. Abusama, Farid Umar, Affdal Z. A. Palada, dan Rafka Haga.
Pembina SMK Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., mengatakan capaian tersebut menjadi sesuatu yang istimewa karena diraih pada kompetisi pertama yang diikuti Pramuka SMK Bina Taruna.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan dan latihan kepramukaan yang dilakukan di sekolah mampu diterapkan dalam situasi kompetisi.
“Ini bukan sekadar tentang mendapatkan juara. Bagi kami, yang lebih penting adalah keberanian anak-anak untuk tampil dan membuktikan kemampuan mereka pada kompetisi pertama,” ujar Ellys.
Ia menilai dua gelar juara pertama tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan kegiatan kepramukaan di SMK Bina Taruna Gorontalo.
“Ketika debut langsung menghasilkan prestasi, itu menjadi sinyal positif bahwa pembinaan Pramuka di SMK Bina Taruna memiliki potensi untuk terus dikembangkan,” tambahnya.
Keberhasilan pada dua cabang perlombaan juga menunjukkan kemampuan anggota dalam menghadapi tantangan yang berbeda.
Pada Miniatur Pionering, peserta dituntut memiliki keterampilan teknis, ketelitian, kreativitas, serta kekompakan dalam menghasilkan sebuah karya. Sementara lomba Semafor, Morse, dan Sandi membutuhkan kecepatan, konsentrasi, kemampuan mengingat, serta ketepatan dalam menerima dan menyampaikan pesan.
Ketua Majelis Bimbingan Gugus Depan SMK Bina Taruna Gorontalo, Karyono, S.Pd., M.Pd., mengatakan hasil tersebut menjadi motivasi bagi pembina maupun anggota Pramuka untuk meningkatkan kualitas latihan.
“Anak-anak mampu menunjukkan kemampuan yang berbeda dalam dua cabang lomba. Miniatur Pionering membutuhkan ketelitian dan kerja sama, sementara Semafor, Morse, dan Sandi menuntut kecepatan sekaligus ketepatan,” kata Karyono.
Menurutnya, prestasi tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk mempersiapkan anggota menghadapi kompetisi berikutnya.
“Hasil ini menjadi evaluasi sekaligus motivasi agar latihan ke depan lebih terarah dan mampu menghadapi kompetisi yang lebih tinggi,” lanjutnya.
Karyono menegaskan, dua gelar juara yang diraih dalam kompetisi perdana tidak boleh menjadi titik akhir. Sebaliknya, capaian tersebut diharapkan menjadi awal untuk membangun tradisi berprestasi di lingkungan Pramuka SMK Bina Taruna Gorontalo.
“Kami tidak ingin dua juara ini berhenti sebagai catatan prestasi pertama. Justru ini menjadi awal untuk membangun tradisi berprestasi,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Ellys Rachman berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, kompetisi tidak hanya memberikan pengalaman untuk meraih prestasi, tetapi juga mengajarkan disiplin, keberanian, kerja sama, konsentrasi, serta kemampuan menghadapi tekanan.
“Prestasi ini harus kita jadikan pijakan, bukan titik akhir. Anak-anak perlu belajar bahwa kompetisi mengajarkan disiplin, keberanian, kerja sama, dan kemampuan menghadapi tekanan,” ungkap Ellys.
Ia pun meminta para anggota tetap rendah hati dan tidak berhenti berlatih setelah meraih kemenangan.
“Juara pertama pada kompetisi perdana adalah capaian yang patut dibanggakan, tetapi yang harus dijaga adalah semangat setelah kemenangan itu. Saya berharap anak-anak tetap rendah hati, terus berlatih, dan menjadikan prestasi ini sebagai energi untuk berani mengikuti kompetisi-kompetisi berikutnya,” pungkasnya.
Dua gelar juara pertama tersebut kini menjadi catatan awal perjalanan kompetitif Pramuka Ambalan Ir. Awad Rachman – Hj. Hasmin Modanggu, Pangkalan SMK Bina Taruna Gorontalo.
Keberhasilan 14 anggota dalam debut tersebut sekaligus menjadi modal untuk terus mengembangkan keterampilan dan menatap kompetisi kepramukaan berikutnya. (Rama/Gopos)








