JEMBER, GOPOS .ID – Pengalaman menjalani operasi akibat patah tulang rusuk membuat Mohammad As’ari (61), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, semakin merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Seluruh biaya pengobatan dan operasi yang dijalaninya ditanggung BPJS Kesehatan.
As’ari mengatakan kecelakaan yang dialaminya membuat dirinya harus menjalani perawatan intensif hingga operasi di rumah sakit. Menurutnya, pelayanan yang diterima berlangsung cepat sejak tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Saya pernah mengalami patah tulang rusuk akibat terjatuh hingga harus menjalani perawatan dan operasi di rumah sakit. Berkat Program JKN, seluruh biaya pengobatan saya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Pengalaman tersebut membuat saya semakin merasakan manfaat menjadi peserta JKN,” ujar As’ari, Kamis (30/7/2026).
Ia menceritakan, saat tiba di rumah sakit dirinya langsung memperoleh penanganan medis tanpa harus lebih dulu mengurus administrasi.
Setelah kondisinya stabil, petugas baru meminta data kepesertaan BPJS Kesehatan sebelum proses pemeriksaan berlanjut hingga dokter ortopedi merekomendasikan tindakan operasi.
As’ari mengaku tidak menemui kendala selama menjalani perawatan maupun operasi.
Seluruh biaya pelayanan kesehatan ditanggung Program JKN sehingga dirinya tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.
“Saya selalu mengandalkan BPJS Kesehatan setiap kali membutuhkan layanan kesehatan. Saya sangat terbantu, terutama saat harus menjalani operasi yang biayanya tentu tidak sedikit jika harus ditanggung sendiri. Berkat Program JKN, saya bisa menjalani pengobatan dengan tenang tanpa khawatir memikirkan biaya, asalkan kepesertaan tetap aktif,” katanya.
Selain merasakan manfaat pembiayaan, As’ari mengaku kini memahami mekanisme kontrol pascaoperasi.
Menurutnya, surat kontrol tidak diberikan secara otomatis, tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan dokter dan kondisi pasien.
Ia menilai sistem tersebut membuat pelayanan lebih tertata karena dokter dapat memantau perkembangan pasien sesuai kebutuhan medis.
“Saya selalu berusaha datang sesuai jadwal yang diberikan dokter. Dengan mengikuti jadwal kontrol, pelayanan menjadi lebih teratur dan dokter bisa memantau perkembangan kondisi saya sehingga pengobatan dapat berjalan sesuai rencana,” tuturnya.
Berkaca dari pengalamannya, As’ari mengingatkan masyarakat untuk memastikan kepesertaan JKN tetap aktif.
Ia menilai langkah tersebut penting agar masyarakat memperoleh jaminan pelayanan kesehatan ketika sewaktu-waktu membutuhkan pengobatan.
“Jangan lupa memastikan kepesertaan JKN tetap aktif. Kita tidak pernah tahu kapan akan membutuhkan layanan kesehatan. Dengan kepesertaan yang aktif, kita bisa lebih tenang karena jaminan pelayanan kesehatan sudah tersedia saat dibutuhkan,” pungkasnya. (Adv)








