GOPOS.ID, GORONTALO – Capaian pembangunan makro Provinsi Gorontalo sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Sejumlah indikator seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, dan inflasi tercatat melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah. Meski demikian, sektor ketenagakerjaan dinilai masih membutuhkan perhatian serius untuk memperluas akses lapangan kerja.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Hj. Yeyen Sidiki, S.H., S.E., M.M., menilai capaian pembangunan tersebut patut diapresiasi di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah akibat berkurangnya alokasi anggaran dari pemerintah pusat.
Menurut Yeyen, pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo pada 2025 mencapai 5,71 persen, melampaui target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 sebesar 5,54 persen. Sementara itu, tingkat kemiskinan juga tercatat 12,62 persen, lebih rendah dari target 13,58 persen.
“Rasio gini pada 2025 tercatat 0,32 persen. Ini menunjukkan tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di Provinsi Gorontalo semakin mengecil,” ujar Yeyen seusai mengikuti Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Gorontalo Tahun Anggaran 2025, Senin (9/3/2025)
Srikandi Partai Golkar tersebut juga menyoroti capaian sejumlah program unggulan pemerintah daerah pada periode kepemimpinan Gusnar Ismail – Idah Syahidah Rusli Habibie, khususnya pengembangan UMKM dan sektor agro maritim yang mencakup pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan.
Ia menilai bantuan penguatan kepada lebih dari 8.000 UMKM menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Saat ini, jumlah UMKM di Provinsi Gorontalo tercatat lebih dari 100 ribu unit usaha.
“Data ini menunjukkan betapa strategisnya UMKM dalam menopang ekonomi sekaligus menjadi sumber pendapatan masyarakat,” jelas Yeyen.
Legislator DPRD Provinsi Gorontalo 3 periode itu menegaskan, penguatan UMKM tidak boleh berhenti pada bantuan modal semata. Pemerintah daerah juga perlu memperkuat manajemen usaha serta memperluas akses pemasaran bagi pelaku usaha.
“Kita mendorong agar program penguatan UMKM terus berjalan dengan sasaran mewujudkan UMKM yang berdaya saing dan berkesinambungan,” tegas anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo tersebut.
Selain itu, Yeyen juga mengapresiasi berbagai program bantuan di sektor agro maritim. Beberapa di antaranya meliputi bantuan 42 ton benih jagung, program cetak sawah baru seluas 5.000 hektare, bantuan 793 ekor sapi, hingga program taksi nelayan, bantuan mesin tempel, kapal motor, serta pengembangan demplot rumput laut.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat penting karena sebagian besar masyarakat Gorontalo menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan.
“Lebih dari separuh masyarakat Gorontalo bekerja di sektor ini. Karena itu, bantuan sarana usaha sangat dibutuhkan agar mereka dapat meningkatkan produktivitas dan memperoleh penghasilan yang layak,” tutur Aleg yang konsisten memperjuangkan kesejahteraan masyarakat petani dan nelayan ini.
Meski demikian, ia memberi catatan terhadap capaian sektor ketenagakerjaan yang dinilai masih berada di bawah target penurunan angka pengangguran.
“Setiap tahun jumlah angkatan kerja dan pencari kerja terus bertambah. Hal ini membutuhkan kebijakan strategis pemerintah daerah untuk mendorong penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Yeyen mendorong pemerintah daerah memperkuat sektor industri pengolahan atau hilirisasi, khususnya di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan. Kehadiran industri pengolahan diyakini dapat membuka peluang kerja baru sekaligus meningkatkan nilai tambah produk daerah.
“Termasuk industri pertambangan yang mulai berjalan. Kami berharap sektor ini dapat menyerap dan memprioritaskan tenaga kerja lokal,” kata Yeyen Sidiki.(*)








