GOPOS.ID, JEMBER – Di tengah pemulihan banjir, Bupati Muhammad Fawait memilih bergerak senyap memastikan penanganan bencana di Jember berjalan cepat dan terukur.
Koordinasi lintas pemerintahan diperkuat untuk mempercepat pemulihan, sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak tertangani tanpa menunggu proses administratif yang berlarut.
Tim teknis dari Dinas PU Bina Marga Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur dijadwalkan turun meninjau kerusakan infrastruktur pascabanjir. Mereka tiba Minggu pagi pukul 08.00 WIB, memulai peninjauan langsung lapangan untuk memetakan tingkat kerusakan dan prioritas perbaikan.
Peninjauan difokuskan pada jembatan terdampak banjir serta ruas jalan provinsi melintasi Kecamatan Gumukmas, Kecamatan Kencong, hingga Jombang yang lama rusak. Langkah ini merupakan tindak lanjut komunikasi langsung antara bupati dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa akhir pekan lalu.
Kepala Diskominfo Jember, Regar Jeane, menyebut bupati memilih pendekatan kerja senyap selama penanganan bencana.
“Bupati memastikan seluruh tim bergerak, mulai Dinsos, BPBD, camat hingga relawan. Alhamdulillah kesigapan itu dirasakan masyarakat,” ujar Regar.
“Melalui komunikasi intensif, gubernur merespons dengan memerintahkan tim turun mengecek jembatan rusak dan jalan provinsi yang dikeluhkan warga,” katanya.
Di tengah situasi darurat, pemerintah daerah juga menjaga stabilitas psikologis masyarakat agar proses pemulihan berjalan tenang dan terarah.
“Bencana tidak dijadikan materi publikasi berlebihan. Fokus kami penyelesaian masalah nyata di lapangan,” pungkas Regar.(Kur)








