GOPOS.ID, JEMBER – Peninjauan kerusakan infrastruktur pascabanjir dilakukan tim teknis Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Jember, Minggu pagi (15/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan memetakan prioritas perbaikan fasilitas publik yang rusak dan memastikan jalur mobilitas warga serta aktivitas ekonomi segera pulih. Peninjauan lapangan turut didampingi Ahmad Helmi Luqman yang menjelaskan dampak banjir meluas hingga berbagai lapisan infrastruktur.
“Kami melihat beberapa titik terdampak, dari desa hingga provinsi, semuanya dipetakan agar penanganan prioritas bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Menurutnya, banjir beberapa hari terakhir tidak hanya memukul ribuan kepala keluarga, tetapi juga merusak sarana vital di banyak wilayah.
“Data sementara menunjukkan kerusakan cukup masif, mulai dam, tiga jembatan, hingga ratusan hektar lahan pertanian ikut terdampak,” katanya.
Catatan teknis disampaikan Budi Hartono dari DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur terkait ketahanan konstruksi jembatan lama.
“Rata-rata jembatan tidak dirancang menghadapi debit ekstrem. Banjir setinggi dua meter saja sudah melampaui kemampuan struktur menahan arus,” ungkapnya.
Pemprov berencana memperbarui desain struktur jembatan agar lebih kokoh sekaligus mendukung fungsi akses utama masyarakat setempat.
“Harapan kami jembatan diperpanjang dan diperlebar supaya konektivitas warga tetap aman, terutama di jalur penghubung vital,” jelasnya.
Kajian teknis lanjutan segera dilakukan dengan koordinasi intensif antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
“PU Provinsi masih mengkaji ulang dan berkoordinasi agar penanganan tepat sasaran serta sesuai kebutuhan lapangan,” tandasnya.
Lokasi yang ditinjau meliputi wilayah Kecamatan Sukorambi dan Kecamatan Panti, termasuk kawasan terdampak di sejumlah desa. Di antaranya jembatan di Desa Pakis, Desa Suci, serta Desa Karangpring yang mengalami kerusakan serius.(Kur)








