No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Sebuah Rumah Bernama Mapala

redaksi by redaksi
Selasa 23 September 2025
in Gorontalo
0
0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Hidayat Mokambu || Kuskus Mapala STI

Saya masih ingat hari pertama saya menginjakkan kaki di sekretariat Mapala. Sebuah ruangan sederhana di lantai 2 kampus hijau Gorontalo, dulunya bekas UKS yang kemudian disulap menjadi tempat berkumpul. Dindingnya penuh coretan, tikarnya sudah agak lusuh, aroma kopi saset baru saja diseduh, dan asap rokok lintingan memenuhi ruangan itu. Tidak ada yang mewah, tapi ada sesuatu yang membuat saya betah sejak awal: senyum ramah, tawa kecil yang pecah begitu saja, dan cara orang-orang di sana menyapa seolah saya sudah lama jadi bagian dari mereka.

Sejak saat itu, saya tahu: ini bukan sekadar organisasi. Ini rumah. Sebuah rumah yang bernama Mapala.

 

Mapala, Bukan Sekadar Organisasi

Bagi sebagian orang, Mapala mungkin hanya identik dengan kegiatan mendaki gunung, menjelajah hutan, atau melintasi sungai. Padahal, di dalamnya ada nilai yang jauh lebih besar. Mapala bukanlah tempat untuk mencari siapa yang paling kuat, siapa yang paling berani, atau siapa yang paling tahan. Mapala adalah ruang belajar, tempat menempa jiwa, dan wadah untuk memahami arti persaudaraan.

Di sana, saya menemukan sahabat yang berubah menjadi saudara. Saya menemukan perbedaan yang dipersatukan oleh cinta pada alam. Saya menemukan rumah di mana kebersamaan jauh lebih penting daripada ego pribadi.

 

Tuduhan yang Menyakitkan

Namun, saya tidak menutup mata bahwa di luar sana ada banyak pandangan miring tentang Mapala. Setiap kali ada tragedi yang menimpa kader dalam proses pengkaderan, Mapala sering menjadi pihak yang paling disalahkan. Ada yang bahkan dengan mudah melabeli Mapala sebagai organisasi “keras”, bahkan sampai menuduhnya sebagai “pembunuh”.

Baca Juga :  Bantu Loloskan Proyek, Kadis PU Kabgor Diduga Terima Pelicin Rp75 Juta

Tuduhan itu menyakitkan. Sebab siapa pun yang pernah benar-benar hidup di dalam Mapala tahu: Mapala bukan pembunuh.

Mapala tidak pernah mengajarkan untuk melukai.

Mapala tidak pernah mengajarkan untuk mengorbankan.

Mapala tidak pernah mengajarkan bahwa nyawa boleh dipertaruhkan demi gengsi.

Tragedi seharusnya tidak pernah terjadi, dan justru menjadi pengingat keras bagi kita semua bahwa keselamatan adalah hukum tertinggi yang wajib diutamakan di setiap langkah.

 

Mapala Adalah Rumah, Bukan Kubur

Saya belajar banyak hal ketika berada di Mapala. Bahwa kekuatan sejati tidak diukur dari otot, tetapi dari hati yang peduli. Bahwa keberanian sejati bukan tentang menantang maut, melainkan menjaga agar tidak ada saudara yang jatuh.

Mapala bukanlah kubur bagi generasi muda. Ia adalah rumah yang membesarkan jiwa-jiwa pecinta alam. Mapala bukanlah arena balas dendam antargenerasi. Ia adalah ruang di mana nilai persaudaraan diwariskan dengan cinta.

Pengkaderan yang benar bukanlah ajang menyiksa, melainkan ajang menempa. Bukan ajang membuktikan siapa yang paling keras, melainkan ajang mengajarkan siapa yang paling berjiwa besar.

 

Belajar dari Kehilangan

Kehilangan seorang saudara dalam pengkaderan adalah duka bagi kita semua. Tidak ada satu pun kader Mapala yang ingin hal itu terjadi. Air mata yang jatuh dari keluarga korban adalah luka yang juga dirasakan oleh keluarga besar Mapala.

Namun kehilangan bukan alasan untuk mengubur Mapala dengan stigma buruk. Kehilangan adalah panggilan agar kita semua belajar. Kehilangan adalah peringatan agar kita lebih bijak, lebih berhati-hati, dan lebih mengutamakan keselamatan.

Baca Juga :  Keluarga Minta Polres Bonebol Transparan Penanganan Kasus Muhammad Jeksen 

Jika satu nyawa hilang, semua harus belajar.

Jika satu jiwa pergi, semua harus berubah.

Jika satu generasi jatuh, generasi lain harus bangkit dengan bijak.

Bagi saya, Mapala adalah cinta, bukan luka. Di sana saya belajar berbagi air ketika kehausan, berbagi tenaga ketika kelelahan, dan berbagi tawa ketika kesedihan datang. Di sana saya belajar bahwa setiap kader adalah saudara, dan setiap saudara adalah amanah yang harus dijaga.

Mapala mengajarkan saya untuk menghormati alam sekaligus menghormati manusia. Bahwa kita bisa kuat tanpa harus menyakiti. Bahwa kita bisa tegas tanpa harus mengorbankan. Bahwa kita bisa berproses tanpa harus kehilangan.

Lebih dari itu, Mapala juga membekali saya dengan keterampilan yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Karena Mapala, saya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak—pekerjaan yang bahkan jauh dari jurusan kuliah saya. Apa yang saya pelajari di Mapala—tentang kepemimpinan, manajemen kegiatan, komunikasi, hingga menghadapi tantangan—ternyata menjadi bekal nyata yang membuat saya dipercaya di dunia kerja.

Hari ini, saya ingin berkata dengan lantang: Mapala bukan pembunuh. Mapala adalah rumah, keluarga, dan cinta yang menyatukan banyak jiwa. Jika ada luka, mari kita rawat. Jika ada duka, mari kita belajar. Jika ada kehilangan, mari kita pastikan itu menjadi yang terakhir.

Sebab Mapala, sejak awal berdirinya, bukanlah tempat untuk mengubur mimpi anak muda.

Mapala adalah tempat untuk menumbuhkan harapan, membesarkan jiwa, dan membangun persaudaraan yang abadi.

Tags: Mahasiswa Pecinta AlamMapala
Previous Post

BPS Provinsi Gorontalo Helat Seminar Nasional Pembangunan Indonesia

Next Post

Eks Kadus di Boalemo Dilaporkan Dugaan Pelecehan Anak di Bawah Umur

Related Posts

Gorontalo

Mantan Wakil Bupati Bone Bolango Kilat Wartabone Tutup Usia

Minggu 7 Juni 2026
Gorontalo

Polresta Gorontalo Kota Sita 13 Unit Kendaraan Diduga Terlibat Balap Liar 

Minggu 7 Juni 2026
Gorontalo

Persiapan Temu Jurnalis Gorontalo Hampir Rampung, Capai 80 Persen

Jumat 5 Juni 2026
Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Gorontalo menyalurkan bantuan berupa 400 liter BBM Biosolar atau setara dengan dua drum untuk mendukung proses penanganan dan evakuasi di wilayah Gorontalo Utara
Gorontalo

Pertamina Salurkan 400 Liter Biosolar untuk Dukung Penanganan Pascabencana di Gorut

Kamis 4 Juni 2026
Satu unit alat berat excavator saat di amankan aparat Polres Pohuwato, Kamis (4/6/2026) (Istimewa)
Gorontalo

Polisi Pergoki Satu Excavator Beraktivitas di Lokasi PETI Pohuwato, Operatornya Lolos

Kamis 4 Juni 2026
Bupati Ismet Mile saat memimpin apel kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango
Bone Bolango

Pemkab Bone Bolango Siap Bayar Gaji 13 dan TPP ASN

Selasa 2 Juni 2026
Next Post
Ilustrasi Pelecehan Seksual. (Shutterstok)

Eks Kadus di Boalemo Dilaporkan Dugaan Pelecehan Anak di Bawah Umur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • SIM Digital Resmi Hadir, Ini Langkah Mudah Aktivasi Lewat HP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan Wakil Bupati Bone Bolango Kilat Wartabone Tutup Usia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polresta Gorontalo Kota Sita 13 Unit Kendaraan Diduga Terlibat Balap Liar 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Riset Mahasiswa UNBITA Jadi Masukan BPBD, Petakan Kerentanan Banjir di Dumbo Raya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kronologis Satu Pekerja Tewas di Tambang Suwawa Timur 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.