GOPOS.ID, GORONTALO – SMK Bina Taruna Gorontalo melalui Gugus Depan 04.0323–04.0324 menggelar Musyawarah Dewan Ambalan, Jumat–Sabtu (19–20/9/2025), di Aula SMK Bina Taruna. Musyawarah ini menjadi sejarah lahirnya kepengurusan Dewan Ambalan angkatan perdana yang bakal jadi motor penggerak Pramuka Penegak di sekolah tersebut.
Wakil Kepala SMK Bina Taruna Bidang Kesiswaan sekaligus Pembina Pramuka, Romi Usman, S.Kom., menegaskan forum ini adalah landasan hukum bagi organisasi. Dari pembahasan AD/ART, adat ambalan, hingga program kerja, semuanya dirancang secara demokratis oleh para peserta.
“Musyawarah ini adalah ruang belajar demokrasi. Di sini, anggota Pramuka Penegak belajar bagaimana membuat aturan, menata adat, dan merancang program yang sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri,” tegas Romi.
Selama dua hari, suasana musyawarah berlangsung dinamis. Peserta aktif menyampaikan pendapat, merumuskan gagasan, hingga menyepakati keputusan yang nantinya jadi pijakan organisasi ke depan.
Pembantu Pembina sekaligus pelatih Pramuka, Agum Presiawan Tubuon, S.AP., tak segan memberikan apresiasi. Ia menilai semangat para peserta menunjukkan kedewasaan dalam berorganisasi.
“Ini bukan sekadar formalitas. Di sini mereka belajar berdebat sehat, berdiskusi, lalu mengambil keputusan secara mufakat. Inilah pendidikan kepemimpinan yang nyata,” ujarnya.
Tak hanya soal aturan dasar, Musyawarah juga memetakan program kerja periode 2025–2026 yang berorientasi pada pengembangan keterampilan, kepemimpinan, dan pengabdian sosial.
Romi menegaskan, setiap keputusan harus mencerminkan semangat kepramukaan yang sebenarnya.
“Program kerja harus melahirkan anggota yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli pada masyarakat. Itulah jati diri Pramuka yang ingin kita bangun di Bina Taruna,” jelasnya.
Agum menambahkan, hasil Musyawarah ini bakal menjadi fondasi untuk melahirkan tradisi ambalan yang kuat dan berkelanjutan.
“Keputusan hari ini adalah pijakan generasi berikutnya. Estafet kepemimpinan Pramuka Penegak di SMK Bina Taruna tidak boleh putus, tapi harus terus hidup dan berkembang,” tandasnya. (Rama/gopos)








