GOPOS.ID, GORONTALO – Dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gorontalo menggelar seminar internasional bertajuk “The Spirit of Youth with Global Competitiveness Toward Indonesia’s Golden Era 2045”, Jumat (31/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di Aula Inovasi Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo.
Seminar internasional tersebut menghadirkan dua narasumber dari luar negeri, yakni Assoc. Prof. Mohammad Reevany Bustami, Ph.D. (Head of Nusantara Malay Archipelago Research, Centre for Policy Research Universiti Sains Malaysia) dan Reynand Dumala-on (anggota American/Canadian Scientific and Christian Affiliation serta kandidat doktor Fakultas Seni dan Pendidikan, University of Auckland, New Zealand).
Kegiatan ini menjadi ruang akademik yang mempertemukan dosen, mahasiswa, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam membahas peran penting generasi muda menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045.
Rektor Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo yang juga Ketua DPD ADRI Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa semangat pemuda Indonesia harus diarahkan pada penguatan daya saing global yang berakar pada nilai kebangsaan dan kemajuan ilmu pengetahuan.
“Momentum Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan historis, tetapi refleksi untuk menyiapkan generasi muda yang berani bersaing di panggung dunia. Melalui kegiatan ini, ADRI Gorontalo bersama UNBITA berkomitmen membangun ekosistem akademik yang mendukung terciptanya pemuda berkarakter, berdaya saing, dan berwawasan global,” ujar Dr. Ellys.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) ADRI, Prof. Dr. H. A. Fathoni Rodli, M.Pd., yang memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ADRI Gorontalo. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata kontribusi daerah dalam memperkuat visi nasional menuju Indonesia Emas.
“Semangat seperti ini harus menjadi contoh bagi seluruh DPD ADRI di Indonesia. Melalui kegiatan ilmiah internasional, kita tidak hanya memperluas jaringan akademik, tetapi juga menegaskan komitmen bahwa dosen dan peneliti Indonesia mampu berkontribusi dalam percakapan global,” ungkap Prof. Fathoni Rodli.
Ia menambahkan, ADRI memiliki tanggung jawab besar untuk menjembatani dunia riset, pendidikan, dan kebijakan publik. Karena itu, kolaborasi dengan universitas luar negeri seperti Universiti Sains Malaysia dan University of Auckland menjadi langkah strategis memperkaya perspektif dan inovasi di dunia akademik nasional.
Sementara itu, Assoc. Prof. Mohammad Reevany Bustami, Ph.D., dalam pemaparannya menyoroti pentingnya knowledge diplomacy dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah pendidikan dan ekonomi global. Ia menilai, generasi muda Indonesia memiliki potensi besar jika mampu memadukan kearifan lokal dengan visi internasional.
Sedangkan Reynand Dumala-on mengajak peserta untuk menumbuhkan semangat lintas disiplin ilmu serta keberanian menghadapi tantangan global melalui inovasi dan integritas moral.
Di sisi lain, Prof. Fathoni juga menekankan pentingnya kesinambungan kegiatan ilmiah internasional agar menjadi ruang dialog antarnegara dan antargenerasi.
“Kita sedang membangun arah menuju 2045, dan itu tidak bisa dilakukan hanya dengan mimpi. Dibutuhkan strategi, kemitraan, serta pemuda yang memiliki semangat belajar, beradaptasi, dan berinovasi,” jelasnya.
Menutup kegiatan, Dr. Ellys Rachman mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat kebangsaan dalam bingkai kolaborasi global.
“UNBITA dan ADRI Gorontalo akan terus menjadi ruang bagi lahirnya gagasan baru dari anak muda. Karena kami percaya, semangat pemuda hari ini adalah fondasi bagi kejayaan Indonesia di tahun 2045,” tandasnya. (Rama/Gopos)








