GOPOS.ID, GORONTALO – Kepolisian Sektor (Polsek) Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mencatat bahwa penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah itu mencapai 7,2 ton
Kapolsek Kabila Kabupaten Bone Bolango Iptu Ferron Baiku, Rabu mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi dari penjualan dalam kurun waktu sekitar tiga minggu terakhir.
“Untuk penjualannya kita laksanakan di depan Mapolsek Kabila, dan dalam kurun waku kurang dari satu bulan, tercatat ada 7,2 ton yang telah tersalurkan,” kata Iptu Ferron.
Dalam penyalurannya, setiap sak berukuran 5 kilogram beras yang disuplai oleh Bulog Gorontalo itu, dijual dengan harga Rp60 ribu.
Tata cara penjualannya pun diatur, dimana setiap orang hanya bisa membeli paling banyak dua sak atau 10 kilogram beras.
Hal itu bertujuan untuk mencegah adanya oknum-oknum tidak bertanggungjawab, yang berniat melakukan penimbunan atau menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi dari harga jual yang ditetapkan oleh Bulog.
Tingginya kualitas beras dan murahnya harga yang ditetapkan, menjadi alasan warga khususnya di Kecamatan Kabila untuk berbondong-bondong datang ke Polsek untuk membeli beras SPHP tersebut.
“Setiap hari banyak warga yang datang membeli beras SPHP ini, bahkan tak sedikit yang datang pada malam hari dan tetap dilayani oleh anggota yang melaksanakan piket,” kata dia.
Sementara itu warga Kecamatan Kabila, Astin Putri mengatakan keberadaan beras SPHP ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya yang memiliki penghasilan dibawah rata-rata.
Keunggulan dari program ini kata dia, selain penyalurannya yang teratur, kualitas dari beras SPHP itu cukup baik, apa lagi warga bisa membelinya dengan harga yang jauh lebih murah dari harga eceran tertinggi (het).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, Polri, dan Bulog di Gorontalo. Kami berharap program seperti ini akan selalu ada, dalam rangka membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok beras berkualitas dengan harga yang murah,” imbuhnya.* (Putra/Gopos)








