GOPOS.ID, UNG – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara resmi melepas mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Angkatan II untuk melaksanakan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA), Kamis (6/2/2026). Pelaksanaan PKPA dilakukan baik di dalam daerah maupun di luar daerah, termasuk di wilayah terdampak bencana.
Ketua Program Studi Profesi Apoteker UNG, Dr. Nur Rasdianah, S.Si., M.Si., Apt, menjelaskan bahwa PKPA merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa profesi apoteker. Pada angkatan kedua ini, jumlah peserta PKPA sebanyak 40 mahasiswa, terdiri dari alumni dan non-alumni UNG, dengan 11 orang di antaranya berasal dari luar UNG.
“Untuk PKPA kali ini, kami mengirimkan dua kelompok, masing-masing enam orang, ke lokasi terdampak bencana. Sementara mahasiswa lainnya ditempatkan di Kota Gorontalo, yakni di enam puskesmas dan tujuh apotek,” jelas Nur Rasdianah.
Ia mengungkapkan, PKPA di wilayah terdampak bencana merupakan bagian dari kerja sama nasional Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI), khususnya dengan Koordinator Wilayah I Sumatera. Adapun UNG berada di bawah Koordinator Wilayah V.
“Kegiatan ini ditujukan untuk membantu saudara-saudara kita yang masih terdampak bencana di Sumatera. Dari beberapa pilihan daerah, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, Korwil Wilayah I menetapkan Aceh Tamiang sebagai lokasi penempatan karena dinilai paling membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, PKPA di daerah terdampak bencana memiliki nilai strategis karena sejalan dengan visi Program Studi Profesi Apoteker UNG, yakni penguatan kompetensi farmasi kegawatdaruratan. Program ini diharapkan menjadi ciri khas lulusan apoteker UNG yang siap bertugas tidak hanya dalam kondisi normal, tetapi juga pada situasi bencana alam, sosial, maupun kemanusiaan.
PKPA di daerah bencana tersebut juga dilaksanakan bekerja sama dengan Apoteker Tanggap Bencana dan dirancang berlangsung selama satu bulan dengan dua skema PKPA.
“Untuk PKPA reguler di puskesmas berlangsung satu bulan. Sedangkan PKPA terdampak bencana dilakukan dua minggu di lapangan dan dilanjutkan dua minggu PKPA distribusi di gudang atau instalasi farmasi di Aceh Tamiang,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan doa dan harapan agar seluruh mahasiswa dapat menjalani PKPA dengan lancar serta menyelesaikan studi dengan hasil terbaik.
“Hari ini kita melepas mahasiswa profesi apoteker untuk melaksanakan PKPA, baik di dalam daerah maupun di luar daerah. Ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran,” ujar Rektor.
Rektor memberikan apresiasi kepada Program Studi Profesi Apoteker UNG yang mengambil inisiatif berpartisipasi dalam program nasional PKPA di wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh Tamiang.
“UNG memilih Aceh Tamiang, dan itu saya apresiasi. Ini langkah yang sangat baik. Tidak ada kewajiban bagi mahasiswa untuk ikut, karena sifatnya sukarela, namun ada 12 mahasiswa yang bersedia terlibat langsung,” katanya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa yang ditempatkan di daerah bencana mempersiapkan diri dengan baik, mengingat kondisi lapangan yang belum sepenuhnya pulih. Meski demikian, Rektor memastikan bahwa fasilitas tempat tinggal masih layak dan pihak universitas akan memberikan dukungan.
“Program PKPA di daerah bencana tentu lebih menantang dan unik. Universitas akan membantu memberikan dukungan, termasuk kemungkinan bantuan biaya tempat tinggal, sebagai bagian dari kontribusi UNG bagi masyarakat terdampak,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Rektor menegaskan pentingnya peran apoteker, khususnya di kawasan timur Indonesia yang masih kekurangan tenaga kesehatan.
“Kesempatan ini patut disyukuri karena pendidikan profesi apoteker tidak mudah diakses. Semoga kehadiran pendidikan profesi apoteker UNG dapat mendorong peningkatan indeks layanan kesehatan di Gorontalo dan kawasan sekitarnya,” pungkasnya. (Rama/Gopos)








