GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menggelar kegiatan keagamaan bertajuk UNG Bersholawat menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Kamis (18/9/2025).
Acara yang dipusatkan di lapangan Rektorat UNG berlangsung meriah sekaligus penuh khidmat. Ribuan jamaah dari kalangan civitas akademika, mahasiswa, hingga masyarakat umum larut dalam lantunan sholawat. Sejumlah tokoh penting juga hadir, di antaranya Kapolda Gorontalo, Ketua PWNU Provinsi Gorontalo, Kepala Bappeda Gorontalo, para guru, habaib, serta tokoh agama.
Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan bahwa UNG Bersholawat memiliki tiga makna penting. Pertama, sebagai momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kedua, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Universitas Negeri Gorontalo. Ketiga, menjadi wadah untuk memperkuat ukhuwah islamiyah antara masyarakat, mahasiswa, dan seluruh elemen bangsa.
“Kita bersholawat bersama dan berdoa bukan hanya untuk kebaikan UNG dan Provinsi Gorontalo, tetapi juga untuk kebaikan bangsa dan negara,” ujar Eduart.
Sementara itu, Al Habib Husein Bin Ja’far Al Hadar yang untuk pertama kalinya hadir di Gorontalo, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya. Ia menyebut Gorontalo, yang dikenal dengan sebutan Serambi Madinah, penuh dengan kemuliaan dan keramahan.
“Saya datang ke Gorontalo dengan penuh kebahagiaan. Dari pagi hingga malam ini saya dimuliakan oleh orang-orang Gorontalo. Mari kita jadikan Provinsi Gorontalo sebagai tempat ibadah, tempat di mana cinta kasih terus tersebar,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari masyarakat yang sekaligus alumni UNG, Rahmat M. Kau. Ia menilai UNG Bersholawat menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Saya bangga kegiatan semacam ini tetap menjadi tradisi tahunan yang terus dihidupkan. UNG Bersholawat bukan hanya soal perayaan, tetapi juga sarana dakwah dan silaturahmi,” tuturnya.
UNG Bersholawat sendiri telah menjadi agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan civitas akademika maupun masyarakat Gorontalo. Selain memperingati 1Maulid Nabi, kegiatan ini juga menjadi kebanggaan daerah karena memperkokoh nilai keagamaan sekaligus mempererat tali persaudaraan. (Rama/gopos)








