GOPOS.ID, GORONTALO – Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo membuka Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tahun akademik 2025/2026. Program ini menjadi jalur masuk baru bagi calon mahasiswa, baik di tingkat sarjana (S1) maupun pascasarjana.
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Yahya Antu menyatakan melalui jalur RPL, pengalaman kerja, sertifikat pelatihan, hingga berbagai dokumen pendukung bisa diakui sebagai satuan kredit semester (SKS). Skema ini memungkinkan mahasiswa mempercepat masa studi, sesuai aturan Kemdikbudristek yang membolehkan konversi maksimal hingga 70 persen SKS.
“RPL ini bukan sekadar jalur masuk kuliah. Ini adalah bentuk penghargaan terhadap pengalaman yang sudah ditempuh. Mahasiswa bisa memperoleh pengakuan mata kuliah berdasarkan portofolio dan pengalaman kerja yang dimiliki,” ungkap Yahya Antu, Selasa (9/9/2025).
Pelaksanaan asesmen RPL di UNBITA digelar selama tiga hari, 8–10 September 2025. Para asesor melakukan verifikasi dokumen, sekaligus penilaian portofolio.
Untuk tahap awal, 15 orang pendaftar awal kemudian 9 orang pendaftar yang dinyatakan memenuhi syarat dokumen, terdiri atas 7 orang program pascasarjana dan 2 orang program sarjana. Menurut Yahya, UNBITA mensyaratkan calon mahasiswa RPL minimal memiliki pengalaman kerja selama 5 tahun.
“Rentang waktu 5 tahun kami anggap cukup ideal. Karena dalam kurun itu, biasanya seseorang sudah punya banyak pengalaman yang bisa dipertanggungjawabkan, baik di instansi yang sama maupun berbeda,” tambahnya.
Mahasiswa jalur RPL nantinya akan bergabung di kelas reguler bersama mahasiswa lain, tanpa ada pemisahan khusus. Bedanya, beban studi mereka bisa lebih ringan. Bahkan, dengan skema RPL, masa studi bisa dipangkas menjadi 1 tahun untuk program pascasarjana dan 2 tahun untuk program sarjana.
“Intinya, RPL memberi kesempatan bagi masyarakat yang sudah berpengalaman untuk melanjutkan pendidikan dengan lebih efisien, tanpa harus mengulang apa yang sebenarnya sudah mereka kuasai,” tutup Yahya. (Rama/gopos)








