GOPOS.ID, GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat penurunan jumlah penumpang pada seluruh moda transportasi pada Februari 2026 dibandingkan Januari 2026. Tren ini terjadi pada angkutan laut, penyeberangan, maupun udara, sementara angkutan barang menunjukkan arah berbeda.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dr. Watheki, menjelaskan penurunan paling signifikan terjadi pada angkutan penyeberangan atau feri. Jumlah penumpang yang berangkat tercatat 2.360 orang atau turun 42,65 persen dibanding Januari 2026, sementara penumpang datang turun 46,28 persen menjadi 2.628 orang.
“Pada angkutan laut, jumlah penumpang berangkat tercatat 3.157 orang atau menurun 26,96 persen dibanding Januari yang mencapai 4.322 orang. Sementara penumpang datang sebanyak 3.512 orang, turun 25,12 persen dari bulan sebelumnya,” terang Watheki saat menyampaikan Berita Resmi Stastik (BRS) Provinsi Gorontalo, Kamis (1/4/2026).
Penurunan juga terjadi pada angkutan udara. Jumlah penumpang yang berangkat melalui bandara di Gorontalo pada Februari 2026 tercatat 10.175 orang atau turun 14,73 persen dibanding Januari. Penumpang datang juga mengalami penurunan 10,39 persen menjadi 10.699 orang.
Meski jumlah penumpang menurun, aktivitas angkutan barang justru menunjukkan tren berbeda. BPS Provinsi Gorontalo mencatat jumlah barang yang dimuat melalui angkutan laut pada Februari 2026 mencapai 57.223 ton atau meningkat 14,55 persen dibanding Januari. Secara kumulatif, angka tersebut juga mengalami kenaikan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, pada angkutan udara, jumlah kargo yang dimuat mengalami penurunan 8,23 persen menjadi 103.162 kilogram. Kargo yang dibongkar juga turun 6,31 persen menjadi 303.371 kilogram dibanding Januari 2026.
Watheki menyebut dinamika ini menunjukkan adanya pergeseran aktivitas transportasi pada awal tahun. Mobilitas penumpang cenderung menurun setelah periode libur, sementara distribusi barang tetap bergerak mengikuti kebutuhan logistik daerah.(hasan/gopos)








