No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Transformasi Pesantren Menuju Lingkungan Ramah Anak

Hasan by Hasan
Selasa 28 Oktober 2025
in Menyapa Nusantara
0
Ilustrasi santriwati di pesantren. ([Instagram])

Ilustrasi santriwati di pesantren. ([Instagram])

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID – Pondok pesantren telah membuktikan perannya dalam pendidikan karakter dan spiritual, namun kesempurnaan bukanlah tujuan akhir. Demi kontribusi yang lebih baik bagi generasi mendatang, pesantren harus senantiasa terbuka pada masukan eksternal. Perhatian ini krusial untuk memastikan keselamatan lahir dan batin setiap santri, sekaligus menjadi bukti komitmen terhadap perbaikan tanpa henti.

Menanggapi masukan-masukan dan bentuk perhatian pada praktik pendidikan di pondok pesantren itu, Kementerian Agama membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Pondok Pesantren sebagai bentuk perhatian dan komitmen untuk mewujudkan pesantren yang ramah bagi tumbuh kembang anak.

Sebagai kelanjutan dari program itu, Kemenag menetapkan 512 pondok pesantren menjadi  percontohan pendampingan program pesantren ramah anak.

Pondok pesantren yang terpilih sebagai percontohan itu akan mendapat pendampingan, pemantauan, dan evaluasi untuk memastikan konsep ramah anak berjalan optimal. Dari upaya itu, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, dengan prioritas utama mewujudkan kesejahteraan santri.

Program pesantren ramah anak ini merupakan langkah untuk menghadirkan wajah pesantren agar betul-betul sejalan dengan nilai utama dari lembaga pendidikan berbasis agama itu, yang mengajarkan agama bukan hanya sebagai ilmu, melainkan juga untuk dipraktikkan utuh dalam kehidupan sehari-hari para santri dan semua insan pesantren.

Program pondok pesantren ramah anak ini sebagai upaya untuk menjadikan nilai-nilai dasar dari agama, yaitu saling menjamin keamanan sesama manusia, untuk juga dipraktikkan dalam budaya keseharian umat, termasuk di lingkungan pondok pesantren.

Beberapa kasus yang mengindikasikan praktik tidak ramah anak di lingkungan pondok pesantren, bukan sekadar menimbulkan luka batin, melainkan hingga menimbulkan kematian, seperti yang terjadi di satu pondok pesantren di Sukoharjo (Jawa Tengah) dan di Bogor pada September 2024.

Baca Juga :  Investasi PAUD, Kunci Cerdas Bangun SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

Pada September 2022, kasus kekerasan di pondok pesantren, hingga korban meninggal juga terjadi di Ponorogo, Jawa Timur. Kasus kematian ini mungkin hanya satu dari 1.000 dari pondok pesantren. Meskipun demikian, hal itu tetap harus menjadi perhatian agar tidak terulang.

Melihat pola dari kasus yang terjadi, umumnya kekerasan di pondok pesantren terjadi atas tindakan senior kepada yunior. Diduga, kekerasan itu sebagai rantai perlakuan yang diterima pelaku dari senior sebelumnya. Mereka (yunior) yang awalnya menjadi “korban” kekerasan, pada saat dia menjadi senior, kemudian melampiaskan dendam atas perlakuan seniornya dulu kepada yuniornya, saat ini.

Program dari Kemenag ini merupakan wujud perhatian atau penghargaan negara dan masyarakat atas peran lembaga pendidikan itu bagi pengembangan pendidikan yang mandiri, selain peran mulianya di masa lalu, yakni saat kaum santri dan kiai menjadi aktor penting dalam perjuangan bangsa Indonesia terlepas dari kekuasaan penjajah.

Selain itu, program ini bukan untuk memberi label atau penghakiman bahwa, selama ini, pondok pesantren tidak memberi perhatian pada aspek keramahan terhadap santri. Kasus-kasus kekerasan yang terjadi merupakan penyimpangan yang bukan merupakan budaya dasar dari pondok pesantren.

Dengan sistem pengasuhan dari senior kepada yunior, memang harus mendapat perhatian khusus agar tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan bersama, yang kemudian menjebak lembaga pondok pesantren ke dalam penilaian kurang baik. Semua perhatian, termasuk kritik terhadap pondok pesantren ini merupakan ekspresi dari kuatnya harapan agar pesantren tetap menjadi rujukan para orang tua guna menitipkan anak-anaknya untuk dididik.

Tentu saja, semua peristiwa yang mencoreng nama baik pondok pesantren itu menjadi pelajaran besar bagi pengelola lembaga pendidikan tersebut untuk memperbaiki pola pendidikan, termasuk pengasuhan.

Baca Juga :  Infografik: Menjaga Mutu Makanan MBG

Meskipun santri yang dipercaya untuk mengasuh santri yunior di satu pesantren itu disebut senior, sejatinya mereka juga masih tergolong belum dewasa. Karena belum selesai dengan dirinya sendiri, jiwa mereka masih labil, sehingga praktik pengasuhan dari senior ke yunior itu tidak bisa dilepaskan dari pemantauan ketat pengasuh dan para guru atau ustaz yang secara kejiwaan sudah lebih matang.

Pemahaman pengasuhan

Terkait program pondok pesantren ramah anak ini, pemahaman mengenai pengasuhan para santri senior kepada yunior menjadi program yang harus dilaksanakan.

Selain para ustaz, para santri senior yang akan mengemban tugas untuk membimbing adik-adiknya harus mendapatkan pengetahuan psikologi bagaimana cara menghadapi dan memperlakukan santri yunior, termasuk pemahaman mengenai konsekuensi hukum jika pola pengasuhan yang diterapkan tidak ramah terhadap anak (santri).

Dengan pemahaman yang lengkap mengenai psikologi dan hukum, maka pola penanaman disiplin yang kaku dan diekspresikan dengan kekerasan tidak kembali terjadi dan para orang tua tidak lagi diliputi rasa khawatir ketika menitipkan anak-anaknya di pondok pesantren.

Dengan pemahaman mengenai pentingnya mewujudkan pondok pesantren yang ramah anak, peran mulia pondok pesantren untuk menyiapkan generasi unggul yang akan mengisi Indonesia Emas 2045 akan terus berjalan baik dan berkembang.

Melihat perkembangan kondisi sosial kemasyarakatan yang begitu banyak mendapat gempuran kurang baik terhadap perkembangan anak-anak, maka pondok pesantren tetap menjadi masa depan pendidikan yang terus diminati oleh para orang tua.

Dengan memperbaiki pola pengasuhan yang ramah anak, keberadaan pondok pesantren akan terus mampu mengimbangi perkembangan zaman dan bertransformasi menjadi lembaga pendidikan modern, tanpa kehilangan identitas tradisionalnya dalam mendidik akhlak para santri.

Tags: Menyapa Nusantara
Previous Post

Saipul: Momentum Sumpah Pemuda Jadi Pengingat Semangat Persatuan dan Pengabdian

Next Post

Dr. Ellys Rachman Tegaskan Komitmen UNBITA Perkuat Tata Kelola Publik Nasional

Related Posts

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada puncak resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang dihadiri perwakilan negara sahabat, duta besar, tokoh pendidikan, dan ribuan alumni lintas angkatan tersebut digelar untuk memperingati satu abad berdirinya Ponpes Gontor sekaligus menegaskan peran pesantren modern dalam pengembangan pendidikan, keilmuan, dan sumber daya manusia di tingkat nasional maupun internasional. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/YU
Menyapa Nusantara

Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan dan Energi sebagai Kekuatan Bangsa

Sabtu 19 September 2026
Bobibos. (ANTARA/HO-ESDM)
Menyapa Nusantara

Dari Sampah Jadi Bahan Bakar, Inovasi Anak Negeri

Minggu 13 September 2026
Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rycko Menoza pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Kelembagaan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional (SSN) di Bandarlampung, Jumat (11/9/2026). (ANTARA/HO)
Menyapa Nusantara

DPR Dorong Perbaikan DTSEN untuk PIP dan KIP

Sabtu 12 September 2026
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memberikan sambutan pada acara peluncuran buku "Juru Bicara: Perspektif Manajemen Komunikasi Politik di Era Disrupsi" di Antara Heritage Center, Jakarta, Jumat (11/9/2026). (ANTARA/Livia Kristianti)
Menyapa Nusantara

Qodari: Negara Harus Hadir dengan Data, Bukan Diam

Sabtu 12 September 2026
Gubernur Kaltim Seno Aji (kelima dari kiri), Kepala BI Kaltim (keenam dari kiri) dan sejumlah pihak terkait saat panen padi di Desa Sidomulyo, Anggana, Kutai Kartanegara, Kaltim, Kamis (10/9/2026) (ANTARA/ HO- BI Kaltim)
Menyapa Nusantara

Tatkala Emas Hijau dan Teknologi Menyatu di Timur Kalimantan

Jumat 11 September 2026
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada penutupan Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Menyapa Nusantara

Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi

Senin 31 Agustus 2026
Next Post

Dr. Ellys Rachman Tegaskan Komitmen UNBITA Perkuat Tata Kelola Publik Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Dua Mahasiswa Buol Diciduk Polisi Usai Lecehkan Mahasiswi di Kos-kosan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Mantri BRI Pohuwato Dituntut 15 Tahun Penjara Denda Rp200 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Direktur RS Ainun Bantah Selingkuh Bersama Staf

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Staf Eks Direktur RS Ainun Habibie Diberhentikan Sementara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Astra Daihatsu Gorontalo Hadirkan Promo Gebyar Merdeka, Hadiah Mobil dan Saldo Ratusan Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.