GOPOS.ID, GORONTALO – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menggelar operasi Zebra Otanaha 2025 selama 14 hari ke depan hingga 30 November 2025. Petugas sudah siap berjaga-jaga di titik-titik strategis. Selain fokus menjaga kelancaran dan ketertiban arus lalu lintas, operasi ini juga menyasar berbagai pelanggaran proritas. Seperti helm non-SNI, melawan arus, hingga pengendara anak di bawah umur.
Agar perjalanan tetap nyaman tanpa gangguan, berikut beberapa tips praktis yang bisa dilakukan pengendara untuk menghindari tilang saat operasi berlangsung:
- SIM-STNK Jangan Hilang
Dokumen lengkap itu modal utama. Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Sebelum menyalakan mesin motor atau mobil, pastikan SIM dan STNK yang masih berlaku ada di dalam dompet atau dashboard yang mudah diraih, supaya ketika dicegat petugas nggak drama: mengaduk-aduk bagasi sambil pura-pura ingat. Buat orang tua ini wajib: Jangan izinkan anak-anak yang belum punya SIM untuk mengendarai kendaraan!
- Pakai Helm SNI bukan Helm Proyek
Pastikan helm SNI terpasang dengan benar. Helm yang digunakan harus berlabel standar nasional (SNI) dan tali pengikatnya dikaitkan. Banyak pengendara yang dihentikan bukan karena tidak memakai helm, tetapi karena tali helm dibiarkan longgar, atau malah tidak dikaitkan. Jangan lupa: helm SNI dan bunyi “klik” ya…
- Sabuk Pengaman Sebelum Jalan
Untuk pengemudi mobil, begitu duduk langsung “cekrek”. Jangan tunggu petugas melambaikan tangan baru ingat sabuk pengaman. Terlambat beberapa detik saja, siap-siap dapat oleh-oleh surat tilang.
- Jangan Melawan Arus, Meski Cuma 5 Langkah
Jangan sekali pun melawan arus, meski jarak tempuh terlihat hanya beberapa meter. Kebiasaan potong jalur atau melawan arah walau cuma lima meter bisa jadi masalah besar. Bukan hanya kena tilang, tetapi bisa bikin bahaya orang lain. Aman itu lebih penting ketimbang cepat. Jadi ingat: “Lebih jauh sedikit, daripada ditilang sakit”.
- Jangan Boncengan Beranak Pinak
Sepeda motor itu dirancang untuk dua orang. Bukan tiga, apalagi empat. Kalau sudah pacal (bonceng, red) tiga, petugas bakal langsung mencegat. Percaya deh…
- Spion, Bodi, Knalpot Standar Pabrikan
Tampilan naked bike plus knalpot brong memang bikin motor tampak garang. Tapi kalau tampilan naked bukan bawaan pabrik alias modifikasi dengan melepas bodi standar, ya siap-siap kena tilang. Knalpot brong bukan hanya bising tapi langgar aturan. Begitu juga, kaca spion. Gunanya melihat kendaraan di belakang sebelum belok. Jadi bukan hanya untuk ngaca sebelum selfie.
- Berkendara yang Manis-Manis Saja
Nggak usah zig-zag, adu gas, atau gaya rebah ala MotoGP. Tampil santun saja, toh bukan sedang lomba. Perilaku berkendara yang tidak wajar sering membuat petugas mengarahkan pengendara ke jalur pemeriksaan.
- Tetap Sopan dan Kooperatif Jika Dicegat Petugas
Saat dihentikan petugas tak usah naik pitam. Petugas akan lebih mudah memberikan teguran saat pengendara berkomunikasi dengan tenang dan menunjukkan itikad baik. Kalau memang salah, akui. Kalau kurang lengkap, jelaskan. Nggak usah berdebat sambil buka live TikTok ata IG. Petugas itu juga manusia. Kalau Anda sopan, mereka pun segan.
Dengan mematuhi aturan dasar dan menjaga keselamatan, pengendara tak hanya terhindar dari tilang, tetapi juga membantu menciptakan situasi lalu lintas yang lebih tertib dan aman bagi semua. Selamat berkendara!(hasan/gopos)








