GOPOS.ID, GORONTALO – Di balik deru alat berat dan semangat gotong royong warga dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126, ada strategi sunyi yang tak kalah penting perang narasi di ruang digital. Sosok di balik keberhasilan itu adalah mantan Komandan Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo, Letkol Arh Roma Laksana Yudha.
Di bawah kepemimpinannya saat itu, Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo berhasil menorehkan prestasi nasional dengan meraih Juara II kategori media sosial dalam pelaksanaan TMMD ke-126. Sebuah capaian yang bukan hanya soal unggahan dan jumlah tayangan, tetapi tentang bagaimana kerja-kerja pengabdian TNI mampu menjangkau hati masyarakat luas melalui platform digital.
Bagi Letkol Roma, keberhasilan TMMD bukan sekadar menyelesaikan pembangunan fisik seperti jalan, rumah tidak layak huni, atau fasilitas umum. Lebih dari itu, ia melihat pentingnya mendokumentasikan dan menyebarluaskan setiap proses pengabdian agar menjadi inspirasi dan bentuk akuntabilitas kepada publik.
“Kerja nyata di lapangan harus sejalan dengan transparansi informasi. Media sosial menjadi jembatan antara TNI dan masyarakat,” demikian prinsip yang selalu ia tekankan kepada jajarannya.
Ia pun mendorong personel untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Tim publikasi dibentuk lebih solid, konten dirancang dengan pendekatan humanis, dan setiap tahapan kegiatan TMMD dikemas secara informatif, edukatif, sekaligus menyentuh sisi emosional.
Hasilnya, akun media sosial Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo tak hanya ramai secara statistik, tetapi juga mendapatkan respons positif dari warganet. Dokumentasi gotong royong prajurit dan masyarakat, cerita haru penerima bantuan, hingga dinamika di lokasi pembangunan menjadi konten yang hidup dan autentik.
Prestasi Juara II nasional itu tidak lahir dalam semalam. Letkol Roma dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan kolaborasi. Ia membuka ruang diskusi, memberi kepercayaan kepada anggota muda yang kreatif di bidang digital, dan tetap mengawal kualitas pesan yang disampaikan.
Pendekatannya sederhana namun efektif setiap prajurit adalah duta informasi. Setiap kegiatan adalah cerita. Dan setiap cerita harus sampai kepada masyarakat dengan cara yang benar.
Di tengah tantangan era disrupsi informasi, langkah tersebut menjadi bukti bahwa institusi teritorial seperti Kodim mampu bertransformasi tanpa meninggalkan jati diri.
Bagi Letkol Roma, penghargaan nasional hanyalah bonus dari kerja keras kolektif. Yang lebih penting adalah dampak nyata TMMD bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo, akses jalan yang terbuka, fasilitas yang membaik, dan semangat kebersamaan yang kembali tumbuh.
Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa pengabdian TNI kini bergerak di dua medan lapangan fisik dan ruang digital. Dan di bawah komando Letkol Arh Roma Laksana Yudha, keduanya berjalan beriringan.
Dari pelosok desa di Gorontalo, gaung pengabdian itu kini terdengar hingga tingkat nasional membuktikan bahwa dengan kepemimpinan visioner, kerja senyap pun bisa bersuara lantang.
Kini, Letkol Arh Roma Laksana Yudha dipercaya mengemban tugas baru sebagai Pabanya-3/Dalproggar Spaban 1/Ren Spersad, sebuah jabatan strategis yang berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian program serta anggaran di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa rekam jejak kepemimpinan dan capaian yang ditorehkan selama bertugas di Gorontalo mendapat apresiasi di tingkat yang lebih tinggi.
Sementara itu, estafet kepemimpinan Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo kini berada di tangan komandan baru yang diharapkan dapat melanjutkan berbagai program teritorial, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang telah diraih.
Bagi prajurit dan masyarakat Kabupaten Gorontalo, nama Letkol Arh Roma Laksana Yudha akan selalu dikenang sebagai sosok pemimpin yang tak hanya membangun desa melalui TMMD, tetapi juga membangun citra positif satuan hingga bersinar di panggung nasional. (Isno/gopos)








