GOPOS.ID, GORONTALO – Neraca perdagangan Gorontalo tercatat surplus US Dolar (USD) 70.995.273, menjadi tertinggi sejak empat tahun terakhir.
Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, total ekspor komoditas asal Gorontalo sepanjang Januari-Oktober 2025 sebesar USD73.005.538. Sementara impor Gorontalo dalam rentang waktu yang sama senilai USD2.010.265.
“Jika dibandingkan periode Januari-Oktober 2024, nilai ekspor Provinsi Gorontalo periode Januari-Oktober 2025 meningkat 45,01 persen. Sedangkan nilai impor turun sebesar -92,46 persen,” ucap Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, dikutip Rabu (3/12/2025).
Selama empat tahun terakhir pula, neraca perdagangan Gorontalo masing-masing sebesar USD32.353.046 pada tahun 2024, USD38.864.620 pada 2023, USD32.141.087 pada 2022 dan USD29.895.730 pada tahun 2021.
Rupanya komoditas andalan ekspor Gorontalo tak lagi bertumpu pada jagung. Dari catatan BPS, kelompok barang kayu dan barang dari kayu menjadi menyumbang tertinggi ekpor Gorontalo sepanjang Januari-Oktober 2025, yakni sebesar 46,86 persen. Disusul komoditas buah dan biji/kacang yang dapat dimakan sebesar 43,47 persen.
Sementara periode Januari-Oktober 2025, ekspor jagung Gorontalo tercatat nihil. Jika dibandingkan periode Januari-Oktober 2024, ekspor jagung Gorontalo tercatat senilai USD9.120.638 dengan volume sebesar 32.900 Ton.
Namun secara keseluruhan, kontribusi nilai ekspor Gorontalo terhadap total nilai ekspor Nasional periode Januari–Juli 2025 hanya sebesar 0,03%. Bahkan kontribusi tersebut menempatkan Gorontalo di urutan terakhir di antara provinsi lain di Pulau Sulawesi.
Sebelumnya diketahui, neraca perdagangan merupakan selisih antara nilai ekspor dan nilai impor suatu negara dalam periode waktu tertentu.(adm03gopos)








