GOPOS.ID, GORONTALO – Siswa kelas XI SMA Negeri 3 Kota Gorontalo melaksanakan studi penelitian dalam rangka penyusunan karya tulis ilmiah dengan tema “Surplus Ketersediaan Pangan Gorontalo”. Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan yang bertujuan mengasah kemampuan riset sekaligus mengimplementasikan materi pembelajaran secara langsung di lapangan.
Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Kasdar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata penerapan materi karya tulis ilmiah yang selama ini lebih banyak dipelajari secara teoritis di dalam kelas.
“Selama ini pembelajaran karya tulis ilmiah masih berada pada tataran konsep di atas kertas. Melalui kegiatan ini, siswa diajak turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil, mengumpulkan data, serta menganalisisnya secara ilmiah,” ujar Kasdar.
Menurutnya, pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap metode penelitian sekaligus menumbuhkan pola pikir kritis dan analitis dalam melihat suatu persoalan, khususnya terkait ketersediaan pangan di daerah.
Dalam pelaksanaannya, para siswa melakukan peninjauan langsung ke Gudang Bulog guna memperoleh data yang akurat mengenai stok dan distribusi pangan di Gorontalo.

Sementara itu, Kepala Bulog Provinsi Gorontalo, La Ode Sulaiman turut memberikan pandangannya terkait tema yang diangkat para siswa.
Ia menyebutkan bahwa Gorontalo memiliki potensi surplus pangan, terutama pada komoditas tertentu, namun tetap memerlukan pengelolaan distribusi yang baik agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena siswa dapat memahami langsung bagaimana kondisi ketersediaan pangan di daerah. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat prosesnya di lapangan,” ungkapnya.
Lebih lanjut kata La Ode Sulaiman, kegiatan tersebut merupakan studi tour atau edu wisata kepada adik-adik siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara kognitif tapi juga mereka mengalami langsung melihat, bahwa ketahanan pangan di dalam negeri itu praktiknya seperti ini stoknya ada di ada di gunang Bulong.
“Manfaatnya siswa-siswa akan mengetahui bahwa negara itu atau pemerintah punya satu institusi yang menangani bidang pangan. Sehingga ketahanan pangan itu, khususnya di dalam negeri atau wilayah Provinsi Gorontalo dapat dipastikan aman,” pungkasnya.
Antusiasme siswa terlihat tinggi dalam setiap tahapan penelitian, mulai dari observasi, wawancara, hingga penyusunan laporan karya tulis ilmiah. Hasil penelitian tersebut nantinya akan dipresentasikan sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 3 Kota Gorontalo berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi pemikiran terhadap isu-isu strategis daerah, khususnya di sektor pangan. (Isno/gopos)








